Seluruh jajaran crew AFFI mengucapkan :
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa...

[Forum] [Blog]

Kenapa Para 'atheist' Hanya Menghujat Islam

Semua perbandingan keyakinan antara Islam dengan atheis.

Moderator: Forum Control

Postby logisdanurani » 2008 12 23, 2:04

@ mahawirasd

1. siapa bilang "hanya islam"?

di amerika dan eropa anda pikir orang2 ga melawan kristen?

anda pikir kenapa ada begitu banyak gambar2 yang melecehkan yesus dsb?

menurut saya sih gampang aja: we all grow up to fight what we grew up in...

kalo kristen mayoritas disini niscaya akan terjadi hal yang sama...


2. selanjutnya, saya rasa generalisasi bung panda tidak tepat. Emangnya tanpa percaya tuhan orang ga bisa civil?


3. lalu, asumsi bung logis juga saya rasa kurang tepat. Emangnya semua atheist begitu?

lalu bukankah konyol betapa orang2 theist juga berusaha "membuktikan" hal2 yang metafisik dengan acuan2 "materialistis" yang anda sebut-sebut itu?


1. Ya, saya tahu fakta itu bahwa di Amerika, terutama para ilmuwan menentang, menghujat dan mengkritik Kristiani padahal mereka tercatat (sipil) sebagai kristian. Dari yang saya amati tidak ada intelektual Islam yang melakukan hal serupa kepada islam.

we all grow up to fight what we grew up in...

Saya tidak sependapat. Jika ini benar adakah anda lihat muslim yang mencecar agama atau keyakinan lain kecuali mereka dicecar telebih dahulu ?

Sebagai pandangan seorang muslim :
We should grow up to defense the truth which humanity should believe in

(buka rahasia) Dasar saya menuliskan judul thread ini kenapa 'atheist' hanya menghujat Islam adalah untuk menyindir atheist 'gadungan'

2. Saya setuju dengan mas panda. Tanpa agama, tanpa dasar Divine Moral, manusia akan memiliki kecenderungan menjadi immoral. Meskipun secara fitrah manusia mempunyai pengertian tentang apa itu baik dan buruk, namun di sini lah Tuhan memberikan peringatan dan pelajaran kepada menusia agar tetap berada di jalan yang lurus, jalan kebaikan, jalan kebenaran. Semua itu karena memang manusia memilki kecenderungan menjadi immoral.

Maka untuk pembuktiannya maka mari kita lihat ke depan, apakah Islam atau atheistme yang akan memimpin peradaban dunia. Saat itu telah dekat.

3 Saya tidak melihat kekonyolan. Jika anda menganggapnya konyol, itu adalah karena anda masih kurang pengetahuan. Anda salah penafsiran tentang makna materialism. Prinsip materialism berakar dari penolakan terhadap eksisitensi Tuhan.

Sedangkan dalam Islam ("Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Islam']), sebagaimana Allah dalam firman2-Nya, tidak memisahkan apa yang anda sebut 'metaphysics' (selanjutnya saya sebut ghaib) dan 'material'. Hal2 yang ghaib, Allah menyebutkan, tidak akan pernah diketahui manusia, termasuk tentang Zat ('material') Allah. Namun Allah mengajarkan kepada manusia untuk melihat tanda-tanda kebesaran-Nya pada ciptaannya ('material'). Allah berfirman :

" Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? " Fushshilat (yang dijelaskan) : 53

Maka untuk melihat tanda2-Nya diperlukan ilmu pengetahuan. Semua pembelajaran manusia di dunia (science) tidak terlepas dari meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, yang output nya adalah moral baik dan mulia.
Seorang ulama(Arab), berarti orang yang berilmu. Pada dasarnya tidak ada pemisahan tentang ilmu apa yang dikuasai. Maka dalam pengertian bahasanya seorang scientist adalah seorang ulama.
Dan banyak contoh ulama yang menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan.
Maka tidak mengherankan jika pada abad pertengahan dunia Islam memimpin peradaban, dalam hal ilmu pengetahuan maupun budaya-adab.
Mudah mudahan anda dapat mengerti maksud tidak terpisahnya antara 'metaphysics' dan 'material' dalam persepsi Allah yang telah diajarkan kepada manusia.

Jika kemudian anda menganggap pandangan Islam adalah gila, sebagaimana banyak orang2 lain di luar sana, kami muslim tidak heran.

Allah berfirman :

" Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila " Al Qalam (pena) : 51
Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi."
Qur'an [34:49]
Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Qur'an [103]
User avatar
logisdanurani
Ketagihan
Ketagihan
 
Posts: 750
Joined: 2008 11 29, 1:00
Location: bandung

Postby Azmi1995 » 2008 12 23, 9:09

@logisdanurani : Wa alaykumussalam (Post paling atas)
@ n'Dhik : FS nya may mac paan?
Saya jadi adminnya http://id.faith-freedom.wikia.com/wiki/Halaman_Utama
Nama user : 5991imzA
Azmi1995
Suka
Suka
 
Posts: 339
Joined: 2008 07 19, 3:41
Location: Betawi

Postby mahawirasd » 2008 12 24, 10:24

logisdanurani wrote:@ mahawirasd

1. Ya, saya tahu fakta itu bahwa di Amerika, terutama para ilmuwan menentang, menghujat dan mengkritik Kristiani padahal mereka tercatat (sipil) sebagai kristian. Dari yang saya amati tidak ada intelektual Islam yang melakukan hal serupa kepada islam.

we all grow up to fight what we grew up in...

Saya tidak sependapat. Jika ini benar adakah anda lihat muslim yang mencecar agama atau keyakinan lain kecuali mereka dicecar telebih dahulu ?

Sebagai pandangan seorang muslim :
We should grow up to defense the truth which humanity should believe in

(buka rahasia) Dasar saya menuliskan judul thread ini kenapa 'atheist' hanya menghujat Islam adalah untuk menyindir atheist 'gadungan'

2. Saya setuju dengan mas panda. Tanpa agama, tanpa dasar Divine Moral, manusia akan memiliki kecenderungan menjadi immoral. Meskipun secara fitrah manusia mempunyai pengertian tentang apa itu baik dan buruk, namun di sini lah Tuhan memberikan peringatan dan pelajaran kepada menusia agar tetap berada di jalan yang lurus, jalan kebaikan, jalan kebenaran. Semua itu karena memang manusia memilki kecenderungan menjadi immoral.

Maka untuk pembuktiannya maka mari kita lihat ke depan, apakah Islam atau atheistme yang akan memimpin peradaban dunia. Saat itu telah dekat.

3 Saya tidak melihat kekonyolan. Jika anda menganggapnya konyol, itu adalah karena anda masih kurang pengetahuan. Anda salah penafsiran tentang makna materialism. Prinsip materialism berakar dari penolakan terhadap eksisitensi Tuhan.

Sedangkan dalam Islam ("Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Islam']), sebagaimana Allah dalam firman2-Nya, tidak memisahkan apa yang anda sebut 'metaphysics' (selanjutnya saya sebut ghaib) dan 'material'. Hal2 yang ghaib, Allah menyebutkan, tidak akan pernah diketahui manusia, termasuk tentang Zat ('material') Allah. Namun Allah mengajarkan kepada manusia untuk melihat tanda-tanda kebesaran-Nya pada ciptaannya ('material'). Allah berfirman :

" Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? " Fushshilat (yang dijelaskan) : 53

Maka untuk melihat tanda2-Nya diperlukan ilmu pengetahuan. Semua pembelajaran manusia di dunia (science) tidak terlepas dari meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, yang output nya adalah moral baik dan mulia.
Seorang ulama(Arab), berarti orang yang berilmu. Pada dasarnya tidak ada pemisahan tentang ilmu apa yang dikuasai. Maka dalam pengertian bahasanya seorang scientist adalah seorang ulama.
Dan banyak contoh ulama yang menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan.
Maka tidak mengherankan jika pada abad pertengahan dunia Islam memimpin peradaban, dalam hal ilmu pengetahuan maupun budaya-adab.
Mudah mudahan anda dapat mengerti maksud tidak terpisahnya antara 'metaphysics' dan 'material' dalam persepsi Allah yang telah diajarkan kepada manusia.

Jika kemudian anda menganggap pandangan Islam adalah gila, sebagaimana banyak orang2 lain di luar sana, kami muslim tidak heran.

Allah berfirman :

" Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila " Al Qalam (pena) : 51


1. tergantung siapa saja yang anda kategorikan "ilmuwan"...
dan tentunya tidak sampainya informasi kepada kita bukan berarti hal tersebut tidak ada bukan?
lagipula isi lautan dapat diterka, tapi isi hati siapa tahu?

2. tidak juga, saya melihat (yang paling deket di indonesia dan yang mudah ditemukan juga di amerika) bahwa tanpa provokasi apapun juga orang2 yang dari kecil dididik sebagai bigot akan terus menjadi bigot...

3. apakah ketika sesuatu "memimpin" berarti sesuatu itu "benar"?
lagipula anda melihatnya selalu pesimis. Ya benar manusia bisa cenderung immoral, tapi manusia bisa juga cenderung moral!
Anda mau melihat sistemnya atau perorangannya?
Apakah tanpa "tuhan" semua manusia 100% menjadi immoral?
bisa anda buktikan atau hanya klaim kosong?

4. tampaknya anda yang tidak mengerti prinsip dasar materialisme itu sendiri... materialisme intinya percaya pada empirisme, dan bila "tuhan" merupakan sebuah entitas yang empiris niscaya materialisme tidak akan menolaknya. Maka dari itu saya bisa mengerti pandangan anda yang berusaha menggabungkan keduanya.
Tapi bukankah lucu ketika anda bilang keduanya tergabung namun manusia tidak bisa mengetahui yang gaib?
ya anda katakan bisa dengan pendekatan dsbnya, tapi apakah bayangan sama dengan aslinya?

Anda membangun sebuah struktur yang kompleks diatas sebuah asumsi "tuhan ada" (yang paling dasar) namun sebenarnya struktur kompleks tersebut secara inheren menyatakan bahwa fondasinya sendiri tidak dapat diketahui...

gila? siapa yang tidak gila? everybody is crazy in their own little ways...
tapi it's OK, ga ada yg menghakimi disini. Ke"gila"an ini hanya jadi masalah ketika ia menjajah ruang komunal dan membuatnya kacau balau...


-w-
mahawirasd
Suka
Suka
 
Posts: 216
Joined: 2008 09 08, 10:39

Postby logisdanurani » 2008 12 24, 12:45

@ Mahawirasd

1. tergantung siapa saja yang anda kategorikan "ilmuwan"...
dan tentunya tidak sampainya informasi kepada kita bukan berarti hal tersebut tidak ada bukan?
lagipula isi lautan dapat diterka, tapi isi hati siapa tahu?


Saya katakan, saya tidak pernah melihat kaum intelektual atau ilmuwan Islam yang mencecar Islam. Seandainya mereka ada keraguan dalam hati, mengapa mereka tidak lantang menentang Islam/agama ?, seperti yang anda lakukan sekarang. Itu karena dalam kebimbangan mereka, mereka masih condong kepada kebenaran, kepada Islam. Saya melihat fakta2 yang sebaliknya bahwa kaum intelektual dan ilmuwan di Amerika, negara freedom of Speech dengan mayoritas kaum Kristiani, tidak mengkritik Islam dan bahkan banyak dari mereka yang masuk Islam. Jadi saya harap anda dapat mengesampingkan prejudice anda bahwa intelektual dan ilmuwan muslim di Indonesia tidak lantang bersuara karena takut akan penghakiman massal.

Saya dapat menerka isi hati atau setidaknya pikiran seseorang dari caranya menyampaikan sesuatu, di sini caranya menulis. Anda tidak melihat contoh pada awal posting ini paragraf yang saya quote ?
Bagi saya ini adalah suatu bukti bukan lagi suatu asumsi/prujudice

4. tampaknya anda yang tidak mengerti prinsip dasar materialisme itu sendiri... materialisme intinya percaya pada empirisme, dan bila "tuhan" merupakan sebuah entitas yang empiris niscaya materialisme tidak akan menolaknya.


Anda yakin anda mengerti apa itu materialisme ?

Mari kita lihat salah satu contoh pandangan seorang materialist, pandangan seorang ahli genetika terkemuka dan evolusionist terpandang, Richard C. Lewontin dari Harvard University:

It is not that the methods and institutions of science somehow
compel us accept a material explanation of the phenomenal
world, but, on the contrary, that we are forced by our a priori adherence to material causes to create an apparatus of investigation
and a set of concepts that produce material explanations, no matter
how counter-intuitive, no matter how mystifying to the
uninitiated. Moreover, that materialism is absolute, so we cannot
allow a Divine Foot in the door
.
Richard Lewontin, »The Demon-Haunted World,« The New York Review of Books, 9 January 1997, p. 28.

Dengan jelas dia mengakui bahwa bukti-butki ilmiah (empiris!) berlawanan dengan prinsip materialisme (menolak Tuhan->saya bold), namun dengan bebalnya dia mengemukakan diluar kapasitasnya sebagai ilmuwan bahwa sebagai 'ilmuwan' dia terus mengingatkan kepada rekan2nya sesama ilmuwan bagaimanapun tidak sesuai dengan intuisi dan bagaimanapun kaburnya penjelasannya, prinsip materialisme adalah absolut. Materialisme tidak lagi berlandaskan empirisme tapi sudah jatuh kepada lembah asumsi dan dogma.
Di sini lah yang namanya kekonyolan.

Cukup saya katakan:

Atheist Vs Theist = Philosophers Materialist Vs Scientist = Asumsi & Dogma Vs Bukti & Fakta = Orang Acuh Vs Orang Berpikir

Masih banyak contoh pengakuan 'ilmuwan'2 serupa.

Jadi saya tanya sekarang kepada anda, siapa yang sebenarnya a priori ?

Jika anda secara asumsi pribadi mengatakan pembeda materialisme adalah empirisme, maka paham anda tidak ada bedanya dengan paham ketuhanan Kristiani, yang menuntut adanya bukti empiris Tuhan, Wujud Tuhan.
Jika anda mau menjawab, bolehkah saya bertanya apa agama yang anda peluk sebelum anda menjadi agnostic ?

Maka dari ini, saya dapat mengambil kesimpulan sedikit banyak bahwa selama ini pendapat anda adalah bersifat asumsi pribadi, anda tidak pernah memberikan sumber bahkan ketika menyatakan ketidak setujuan anda pada pernyataan mas panda sesuai pernyataan Max Hokheimer. Jika anda tidak setuju maka silahkan keluarkan pendapat yang berbeda dari pemikir kompeten lain yang berlawanan dengan Max Hokheimer.

Maka dari itu saya bisa mengerti pandangan anda yang berusaha menggabungkan keduanya.
Tapi bukankah lucu ketika anda bilang keduanya tergabung namun manusia tidak bisa mengetahui yang gaib?
ya anda katakan bisa dengan pendekatan dsbnya, tapi apakah bayangan sama dengan aslinya?


Justru saya yang berusaha mengerti anda yang memisahkan keduanya dalam menjalani hidup, namun anda berusaha menggabungkannya dalam entitas empirisme. Pilihannya begini :
1 Tuhan ada
2 Makhluk hidup ada
Jika Tuhan ada namun sama Wujud, sifat zatnya dengan makhluk hidup ciptaan-Nya, apa yang membedakan Dia dari makhluk hidup ? lebih baik dia tinggal bersama makhluk hidup dengan konsekuensi mempunyai umur, ajal dan kemudian mati. Pantaskah menjadi Tuhan ?

Maka Tuhan sendiri mengatakan bahwa manusia tidak perlu mencari2 Zat-Nya karena manusia tidak akan sanggup untuk mengolahnya. Tuhan berkata " Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?". Sehingga cara mengenal Tuhan dalam Islam telah diajarkan Oleh Tuhan. Saya telah sampaikan cara itu sebelumnya. Cara lainnya adalah dengan pengalaman pribadi yang bersifat spiritual.

3. apakah ketika sesuatu "memimpin" berarti sesuatu itu "benar"?
lagipula anda melihatnya selalu pesimis. Ya benar manusia bisa cenderung immoral, tapi manusia bisa juga cenderung moral!
Anda mau melihat sistemnya atau perorangannya?
Apakah tanpa "tuhan" semua manusia 100% menjadi immoral?
bisa anda buktikan atau hanya klaim kosong?


Jika sesuatu memimpin maka anda harus setuju bahwa ada kelebihan di dalamnya. Yang dipimpin bukan berarti salah, namun mereka tidak memiliki pengetahuan yang ada pada pemimpin. Jika dunia Islam memimpin itu berarti ada pengetahuan dalam dunia Islam yang tidak dimiliki oleh non-Islam.
"Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Islam']
"People who are in Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Muslim']

Anda sendiri sudah tahu jika tidak ada bukti maka tidak usah mengklaim. Tapi anda yang memulai bahwa tanpa tuhan pun manusia dapat bermoral. Saya tanya kembali, anda dapat memberikan bukti klaim anda ? Saya sudah memberikan bukti dunia Islam pada abad pertengahan sebelum era Perang Salib.
Oleh karena itu jika anda tidak dapat memberikan bukti klaim anda, saya katakan anda klaim kosong.
daripada tidak habis2nya kita berdebat maka saya juga sudah katakan pada posting saya sebelumnya mari kita buktikan saja ke depan. Benar salahnya pendapat kita masing2 saat ini juga tidak ada pengaruhnya terhadap peradaban dunia.

Anda membangun sebuah struktur yang kompleks diatas sebuah asumsi "tuhan ada" (yang paling dasar) namun sebenarnya struktur kompleks tersebut secara inheren menyatakan bahwa fondasinya sendiri tidak dapat diketahui... 1.

gila? siapa yang tidak gila? everybody is crazy in their own little ways...
tapi it's OK, ga ada yg menghakimi disini. Ke"gila"an ini hanya jadi masalah ketika ia menjajah ruang komunal dan membuatnya kacau balau...
2


1. Saya sudah terangkan sebelumnya, pengetahuan ini ada hanya pada seorang muslim, "People who are in Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Muslim']. Fondasi itu telah kami ketahui bahkan kami imani dan kami sembah, bahwa kami adalah hamba-Nya. Tidak ada yang patut disembah selain Dia, Allah. Dia ada dengan Zat-Nya. Zat-Nya tidak sama dengan ciptaan-Nya. Zat, sifat, dan bentuk yang kita manusia klaim empiris.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya Struktur yang anda katakan kompleks itu, difondasikan oleh Dia yang secara 'empiris' sangat jauh lebih kompleks.

2. Maaf, kami muslim tidak akan pernah mengakui kami gila. Pengakuan seperti ini hanya datang dari golongan kaum yang tidak mengakui eksistensi Tuhan. Mungkin untuk pembenaran atau menghibur diri dengan juga menyertakan semua manusia gila, dari rasa bersalah dalam hatinya menolak Dia yang menciptakannya.
Kami muslim telah diperingatkan, bahwa juga dulu ketika zaman Nabi dan Rasul menyampaikan wahyu-Nya akan ada kaum yang menyatakan kami gila. Allah mengingatkan bahwa kami tidak gila, namun mereka lah yang seungguhnya gila dengan penolakan terhadap kebenaran.
Apakah bukti ke'gila'an kami muslim menjajah ruang komunal (tampaknya anda seirng sekali menggunakan kata-kata ini)

2. tidak juga, saya melihat (yang paling deket di indonesia dan yang mudah ditemukan juga di amerika) bahwa tanpa provokasi apapun juga orang2 yang dari kecil dididik sebagai bigot akan terus menjadi bigot...


Anda hanya percaya kepada diri anda sendiri. Anda hanya percaya kepada 'kebenaran' yang anda asumsikan pada diri sendiri. Saya tidak tahu apakah anda angkuh karena jabatan anda yang tinggi, atau pendidikan anda yang tinggi, atau harta anda yang banyak, atau yang lainnya. Hanya satu yang anda tidak dapat menerapkan keangkuhan, kepada-Nya. Selama anda tidak menghilangkan kangkuhan ini dari hati anda tidak dapat menerima kebenaran.
Bagaimana saya dapat katakan anda memiliki keangkuhan ?

Jika anda memang benar maka dapatkah anda menciptakan seekor lalat ? dapatkah anda mengatur benda-benda langit hingga tidak saling bertabrakan ?, sebagaimana Tuhan melakukannya ?
Anda mungkin akan mengatakan kepada saya : " Anda membuat pertanyaan analogi yang tidak benar. Saya tidak percaya Tuhan. Kita semua ini terjadi secara kebetulan. "
Maka kemudian saya akan bertanya, kalau begitu anda percaya kepada apa ?
Anda mungkin akan menjawab : " Yang penting saya berbuat baik selama hidup".
Maka kemudian yang menjadi pertanyaan, " Apa yang akan dilakukan kebetulan alam ini terhadap anda? "
Anda mungkin akan menjawab : " Saya percaya kepada eksistensi alam"

Bagaimana mahawirasd ?

Saya menyimpulkan bahwa selama hidup ini anda percaya kepada eksistensi alam ini termasuk kepada diri anda senidri. Anda hanya percaya kepada diri anda sendiri, sebagai manusia dan juga mempercayai manusia lain sebagai hasil kebetulan alam. Maka apakah itu tidak termasuk kepada penyembahan kepada diri sendiri dan penyembahan kepada alam ? Pantaskah kira2 anda menyembah diri sendiri/akal anda sendiri ?

(saya bingung kenapa malah muslim yang ditanyakan ini oleh seorang Kristiani )

Karena seorang muslim, "People who are in Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Muslim'] melihat seluruh alam ini berdasarkan apa yang diajarkan Tuhan kepada makhluk ciptaan-Nya, manusia. Sehingga hanya kepada-Nya lah kami menyembah. Dan kami tidak pernah menyerang siapapun penganut kepercayaan ketuhanan lain kecuali jika kami diserang terlebih dahulu.

So let me ask you then, which one of us is really a bigotory ?
Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi."
Qur'an [34:49]
Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Qur'an [103]
User avatar
logisdanurani
Ketagihan
Ketagihan
 
Posts: 750
Joined: 2008 11 29, 1:00
Location: bandung

Postby mahawirasd » 2009 01 05, 1:32

logisdanurani wrote:@ Mahawirasd

Saya katakan, saya tidak pernah melihat kaum intelektual atau ilmuwan Islam yang mencecar Islam. Seandainya mereka ada keraguan dalam hati, mengapa mereka tidak lantang menentang Islam/agama ?, seperti yang anda lakukan sekarang. Itu karena dalam kebimbangan mereka, mereka masih condong kepada kebenaran, kepada Islam. Saya melihat fakta2 yang sebaliknya bahwa kaum intelektual dan ilmuwan di Amerika, negara freedom of Speech dengan mayoritas kaum Kristiani, tidak mengkritik Islam dan bahkan banyak dari mereka yang masuk Islam. Jadi saya harap anda dapat mengesampingkan prejudice anda bahwa intelektual dan ilmuwan muslim di Indonesia tidak lantang bersuara karena takut akan penghakiman massal.

Saya dapat menerka isi hati atau setidaknya pikiran seseorang dari caranya menyampaikan sesuatu, di sini caranya menulis. Anda tidak melihat contoh pada awal posting ini paragraf yang saya quote ?
Bagi saya ini adalah suatu bukti bukan lagi suatu asumsi/prujudice


Anda yakin anda mengerti apa itu materialisme ?

Mari kita lihat salah satu contoh pandangan seorang materialist, pandangan seorang ahli genetika terkemuka dan evolusionist terpandang, Richard C. Lewontin dari Harvard University:

It is not that the methods and institutions of science somehow
compel us accept a material explanation of the phenomenal
world, but, on the contrary, that we are forced by our a priori adherence to material causes to create an apparatus of investigation
and a set of concepts that produce material explanations, no matter
how counter-intuitive, no matter how mystifying to the
uninitiated. Moreover, that materialism is absolute, so we cannot
allow a Divine Foot in the door
.
Richard Lewontin, »The Demon-Haunted World,« The New York Review of Books, 9 January 1997, p. 28.

Dengan jelas dia mengakui bahwa bukti-butki ilmiah (empiris!) berlawanan dengan prinsip materialisme (menolak Tuhan->saya bold), namun dengan bebalnya dia mengemukakan diluar kapasitasnya sebagai ilmuwan bahwa sebagai 'ilmuwan' dia terus mengingatkan kepada rekan2nya sesama ilmuwan bagaimanapun tidak sesuai dengan intuisi dan bagaimanapun kaburnya penjelasannya, prinsip materialisme adalah absolut. Materialisme tidak lagi berlandaskan empirisme tapi sudah jatuh kepada lembah asumsi dan dogma.
Di sini lah yang namanya kekonyolan.

Cukup saya katakan:

Atheist Vs Theist = Philosophers Materialist Vs Scientist = Asumsi & Dogma Vs Bukti & Fakta = Orang Acuh Vs Orang Berpikir

Masih banyak contoh pengakuan 'ilmuwan'2 serupa.

Jadi saya tanya sekarang kepada anda, siapa yang sebenarnya a priori ?

Jika anda secara asumsi pribadi mengatakan pembeda materialisme adalah empirisme, maka paham anda tidak ada bedanya dengan paham ketuhanan Kristiani, yang menuntut adanya bukti empiris Tuhan, Wujud Tuhan.
Jika anda mau menjawab, bolehkah saya bertanya apa agama yang anda peluk sebelum anda menjadi agnostic ?

Maka dari ini, saya dapat mengambil kesimpulan sedikit banyak bahwa selama ini pendapat anda adalah bersifat asumsi pribadi, anda tidak pernah memberikan sumber bahkan ketika menyatakan ketidak setujuan anda pada pernyataan mas panda sesuai pernyataan Max Hokheimer. Jika anda tidak setuju maka silahkan keluarkan pendapat yang berbeda dari pemikir kompeten lain yang berlawanan dengan Max Hokheimer.

Maka dari itu saya bisa mengerti pandangan anda yang berusaha menggabungkan keduanya.
Tapi bukankah lucu ketika anda bilang keduanya tergabung namun manusia tidak bisa mengetahui yang gaib?
ya anda katakan bisa dengan pendekatan dsbnya, tapi apakah bayangan sama dengan aslinya?


Justru saya yang berusaha mengerti anda yang memisahkan keduanya dalam menjalani hidup, namun anda berusaha menggabungkannya dalam entitas empirisme. Pilihannya begini :
1 Tuhan ada
2 Makhluk hidup ada
Jika Tuhan ada namun sama Wujud, sifat zatnya dengan makhluk hidup ciptaan-Nya, apa yang membedakan Dia dari makhluk hidup ? lebih baik dia tinggal bersama makhluk hidup dengan konsekuensi mempunyai umur, ajal dan kemudian mati. Pantaskah menjadi Tuhan ?

Maka Tuhan sendiri mengatakan bahwa manusia tidak perlu mencari2 Zat-Nya karena manusia tidak akan sanggup untuk mengolahnya. Tuhan berkata " Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?". Sehingga cara mengenal Tuhan dalam Islam telah diajarkan Oleh Tuhan. Saya telah sampaikan cara itu sebelumnya. Cara lainnya adalah dengan pengalaman pribadi yang bersifat spiritual.



Jika sesuatu memimpin maka anda harus setuju bahwa ada kelebihan di dalamnya. Yang dipimpin bukan berarti salah, namun mereka tidak memiliki pengetahuan yang ada pada pemimpin. Jika dunia Islam memimpin itu berarti ada pengetahuan dalam dunia Islam yang tidak dimiliki oleh non-Islam.
"Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Islam']
"People who are in Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Muslim']

Anda sendiri sudah tahu jika tidak ada bukti maka tidak usah mengklaim. Tapi anda yang memulai bahwa tanpa tuhan pun manusia dapat bermoral. Saya tanya kembali, anda dapat memberikan bukti klaim anda ? Saya sudah memberikan bukti dunia Islam pada abad pertengahan sebelum era Perang Salib.
Oleh karena itu jika anda tidak dapat memberikan bukti klaim anda, saya katakan anda klaim kosong.
daripada tidak habis2nya kita berdebat maka saya juga sudah katakan pada posting saya sebelumnya mari kita buktikan saja ke depan. Benar salahnya pendapat kita masing2 saat ini juga tidak ada pengaruhnya terhadap peradaban dunia.


1. Saya sudah terangkan sebelumnya, pengetahuan ini ada hanya pada seorang muslim, "People who are in Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Muslim']. Fondasi itu telah kami ketahui bahkan kami imani dan kami sembah, bahwa kami adalah hamba-Nya. Tidak ada yang patut disembah selain Dia, Allah. Dia ada dengan Zat-Nya. Zat-Nya tidak sama dengan ciptaan-Nya. Zat, sifat, dan bentuk yang kita manusia klaim empiris.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya Struktur yang anda katakan kompleks itu, difondasikan oleh Dia yang secara 'empiris' sangat jauh lebih kompleks.

2. Maaf, kami muslim tidak akan pernah mengakui kami gila. Pengakuan seperti ini hanya datang dari golongan kaum yang tidak mengakui eksistensi Tuhan. Mungkin untuk pembenaran atau menghibur diri dengan juga menyertakan semua manusia gila, dari rasa bersalah dalam hatinya menolak Dia yang menciptakannya.
Kami muslim telah diperingatkan, bahwa juga dulu ketika zaman Nabi dan Rasul menyampaikan wahyu-Nya akan ada kaum yang menyatakan kami gila. Allah mengingatkan bahwa kami tidak gila, namun mereka lah yang seungguhnya gila dengan penolakan terhadap kebenaran.
Apakah bukti ke'gila'an kami muslim menjajah ruang komunal (tampaknya anda seirng sekali menggunakan kata-kata ini)



Anda hanya percaya kepada diri anda sendiri. Anda hanya percaya kepada 'kebenaran' yang anda asumsikan pada diri sendiri. Saya tidak tahu apakah anda angkuh karena jabatan anda yang tinggi, atau pendidikan anda yang tinggi, atau harta anda yang banyak, atau yang lainnya. Hanya satu yang anda tidak dapat menerapkan keangkuhan, kepada-Nya. Selama anda tidak menghilangkan kangkuhan ini dari hati anda tidak dapat menerima kebenaran.
Bagaimana saya dapat katakan anda memiliki keangkuhan ?

Jika anda memang benar maka dapatkah anda menciptakan seekor lalat ? dapatkah anda mengatur benda-benda langit hingga tidak saling bertabrakan ?, sebagaimana Tuhan melakukannya ?
Anda mungkin akan mengatakan kepada saya : " Anda membuat pertanyaan analogi yang tidak benar. Saya tidak percaya Tuhan. Kita semua ini terjadi secara kebetulan. "
Maka kemudian saya akan bertanya, kalau begitu anda percaya kepada apa ?
Anda mungkin akan menjawab : " Yang penting saya berbuat baik selama hidup".
Maka kemudian yang menjadi pertanyaan, " Apa yang akan dilakukan kebetulan alam ini terhadap anda? "
Anda mungkin akan menjawab : " Saya percaya kepada eksistensi alam"

Bagaimana mahawirasd ?

Saya menyimpulkan bahwa selama hidup ini anda percaya kepada eksistensi alam ini termasuk kepada diri anda senidri. Anda hanya percaya kepada diri anda sendiri, sebagai manusia dan juga mempercayai manusia lain sebagai hasil kebetulan alam. Maka apakah itu tidak termasuk kepada penyembahan kepada diri sendiri dan penyembahan kepada alam ? Pantaskah kira2 anda menyembah diri sendiri/akal anda sendiri ?

(saya bingung kenapa malah muslim yang ditanyakan ini oleh seorang Kristiani )

Karena seorang muslim, "People who are in Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Muslim'] melihat seluruh alam ini berdasarkan apa yang diajarkan Tuhan kepada makhluk ciptaan-Nya, manusia. Sehingga hanya kepada-Nya lah kami menyembah. Dan kami tidak pernah menyerang siapapun penganut kepercayaan ketuhanan lain kecuali jika kami diserang terlebih dahulu.

So let me ask you then, which one of us is really a bigotory ?


1. hmm, mgkn anda perlu lebih mendalami tulisan-tulisan para sufi.
Al Ghazzali pun sempat "dimusuhi" kalangan pemuka agama kok...
unorthodoxy juga banyak di dunia islam...
lagipula apakah anda tidak pernah mendengar nama salman rushdie?
trus ada juga hisr ali or something.
Goenawan Muhammad pun sangat kritis kok... coba baca deh tulisan2 dia skali2...
trus JIL dkk?
banyak contohnya, tapi memang anda benar, cenderung takut2an karena mungkin takut dinyatakan halal darahnya dsb...


2. iya, ngerti kok. Tampaknya anda yang tidak mengerti bahwa andalah yang terjebak dogma dan eksistensi empiris ini... Anda berlogika bahwa "saya ada, maka ada penciptanya", sementara yang saya katakan selalu: "bisa saja semua ini tidak ada"...
dunia ini bisa saja maya bung... dan jelas dunia ini fana...

makanya ketika anda berkata "pasti ada tuhan" sudah jelas bahwa andalah yang dogmatis dan a priori...


3. agama apa yang saya "peluk" sebelum jadi agnostik?
tergantung apa pengartian anda tentang "peluk"...
jika dilihat secara semangat, saya rasa saya agnostik dari sejak saya kecil...


4. pengertian anda tentang argumen saya kurang tepat. Saya sama sekali tidak menuntut bukti empiris/materialis, malah saya sangat menghindari pembuktian yang demikian karena menurut saya sangat besar kemungkinan indera-indera kita tidaklah sempurna dan bahwa dunia ini hanya ilusi...


5. asumsi pribadi? ya silahkan saja anda katakan demikian, tapi yang jelas sebelum anda bisa membuktikan asumsi saya salah, anda tidak dapat menegasikan kemungkinan tersebut.

selanjutnya, siapa yang berhak menentukan siapa yang pemikir "kompeten" dan siapa yang bukan?

mungkin anda bisa baca2 soal "eksistensialisme"...


6. simplifikasi yang anda lakukan sangatlah salah. Anda yang merasa bahwa kita ada dan anda pulalah yang merasa bahwa tuhan ada.
Bagi saya: makhluk bisa saja tidak ada (beserta semua implikasinya)


7. dan karena itulah saya selalu bilang bahwa "percaya" dan "tahu" itu BEDA!


8. hah? jika memimpin berarti ada yang tidak diketahui orang lain?
A. apa dasar anda menyatakan "islam memimpin"?
B. apakah JUMLAH berarti "benar"?
C. tidak tahukah anda bahwa pemimpin dapat dzalim?


9. bukti?
ok, menurut anda saya bermoral atau engga?
buddha bermoral ga?
descartes bermoral ga?
sartre bermoral ga?
dst


10. ya mungkin tidak berdampak langsung karena memang dari dulu kepercayaan pada yang absolut cenderung ndableg sampe dirinya tergantikan...

tapi bukan berarti saya akan berhenti memperjuangkan perdamaian...


11. bukan "tahu" itu namanya, tapi "percaya"...

"kebenaran" anda sangatlah subjektif...

penjajahan anda terlihat jelas dimana kebudayaan indonesia asli telah banyak yang terasimilasi oleh islam...


12. tampaknya anda yang angkuh. Saya mengakui ketidaktahuan saya, tapi anda angkuh dengan menyatakan bahwa apa yang anda percaya adalah yang paling benar.
Andalah yang hanya mementingkan "kebenaran" diri anda sendiri karena anda mencari aman di dunia dan akherat. Anda beragama bagi diri anda sendiri.

anda meminta saya menciptakan sesuatu?
tampaknya anda masih sangat terikat pada dunia yang fana ini...


13. siapa yang bilang saya percaya alam ini plek-plekan?
pragmatis saja. Kita tidak harus hidup. Hidup adalah pilihan. Pilihan diikuti tanggung jawab.

tidak perlu menyembah apapun/siapapun. Semua tanggung jawab pribadi.


bagaimana logisdannurani?


14. benarkah anda tidak pernah "menyerang" terlebih dahulu?
mengapa sepanjang sejarah terjadi konversi agama?


it is obvious that in this discussion it is not I who is a bigot.


-w-
mahawirasd
Suka
Suka
 
Posts: 216
Joined: 2008 09 08, 10:39

Postby logisdanurani » 2009 01 05, 5:44

mahawirasd wrote:
logisdanurani wrote:@ Mahawirasd

Saya katakan, saya tidak pernah melihat kaum intelektual atau ilmuwan Islam yang mencecar Islam. Seandainya mereka ada keraguan dalam hati, mengapa mereka tidak lantang menentang Islam/agama ?, seperti yang anda lakukan sekarang. Itu karena dalam kebimbangan mereka, mereka masih condong kepada kebenaran, kepada Islam. Saya melihat fakta2 yang sebaliknya bahwa kaum intelektual dan ilmuwan di Amerika, negara freedom of Speech dengan mayoritas kaum Kristiani, tidak mengkritik Islam dan bahkan banyak dari mereka yang masuk Islam. Jadi saya harap anda dapat mengesampingkan prejudice anda bahwa intelektual dan ilmuwan muslim di Indonesia tidak lantang bersuara karena takut akan penghakiman massal.

Saya dapat menerka isi hati atau setidaknya pikiran seseorang dari caranya menyampaikan sesuatu, di sini caranya menulis. Anda tidak melihat contoh pada awal posting ini paragraf yang saya quote ?
Bagi saya ini adalah suatu bukti bukan lagi suatu asumsi/prujudice


Anda yakin anda mengerti apa itu materialisme ?

Mari kita lihat salah satu contoh pandangan seorang materialist, pandangan seorang ahli genetika terkemuka dan evolusionist terpandang, Richard C. Lewontin dari Harvard University:

It is not that the methods and institutions of science somehow
compel us accept a material explanation of the phenomenal
world, but, on the contrary, that we are forced by our a priori adherence to material causes to create an apparatus of investigation
and a set of concepts that produce material explanations, no matter
how counter-intuitive, no matter how mystifying to the
uninitiated. Moreover, that materialism is absolute, so we cannot
allow a Divine Foot in the door
.
Richard Lewontin, »The Demon-Haunted World,« The New York Review of Books, 9 January 1997, p. 28.

Dengan jelas dia mengakui bahwa bukti-butki ilmiah (empiris!) berlawanan dengan prinsip materialisme (menolak Tuhan->saya bold), namun dengan bebalnya dia mengemukakan diluar kapasitasnya sebagai ilmuwan bahwa sebagai 'ilmuwan' dia terus mengingatkan kepada rekan2nya sesama ilmuwan bagaimanapun tidak sesuai dengan intuisi dan bagaimanapun kaburnya penjelasannya, prinsip materialisme adalah absolut. Materialisme tidak lagi berlandaskan empirisme tapi sudah jatuh kepada lembah asumsi dan dogma.
Di sini lah yang namanya kekonyolan.

Cukup saya katakan:

Atheist Vs Theist = Philosophers Materialist Vs Scientist = Asumsi & Dogma Vs Bukti & Fakta = Orang Acuh Vs Orang Berpikir

Masih banyak contoh pengakuan 'ilmuwan'2 serupa.

Jadi saya tanya sekarang kepada anda, siapa yang sebenarnya a priori ?

Jika anda secara asumsi pribadi mengatakan pembeda materialisme adalah empirisme, maka paham anda tidak ada bedanya dengan paham ketuhanan Kristiani, yang menuntut adanya bukti empiris Tuhan, Wujud Tuhan.
Jika anda mau menjawab, bolehkah saya bertanya apa agama yang anda peluk sebelum anda menjadi agnostic ?

Maka dari ini, saya dapat mengambil kesimpulan sedikit banyak bahwa selama ini pendapat anda adalah bersifat asumsi pribadi, anda tidak pernah memberikan sumber bahkan ketika menyatakan ketidak setujuan anda pada pernyataan mas panda sesuai pernyataan Max Hokheimer. Jika anda tidak setuju maka silahkan keluarkan pendapat yang berbeda dari pemikir kompeten lain yang berlawanan dengan Max Hokheimer.

Maka dari itu saya bisa mengerti pandangan anda yang berusaha menggabungkan keduanya.
Tapi bukankah lucu ketika anda bilang keduanya tergabung namun manusia tidak bisa mengetahui yang gaib?
ya anda katakan bisa dengan pendekatan dsbnya, tapi apakah bayangan sama dengan aslinya?


Justru saya yang berusaha mengerti anda yang memisahkan keduanya dalam menjalani hidup, namun anda berusaha menggabungkannya dalam entitas empirisme. Pilihannya begini :
1 Tuhan ada
2 Makhluk hidup ada
Jika Tuhan ada namun sama Wujud, sifat zatnya dengan makhluk hidup ciptaan-Nya, apa yang membedakan Dia dari makhluk hidup ? lebih baik dia tinggal bersama makhluk hidup dengan konsekuensi mempunyai umur, ajal dan kemudian mati. Pantaskah menjadi Tuhan ?

Maka Tuhan sendiri mengatakan bahwa manusia tidak perlu mencari2 Zat-Nya karena manusia tidak akan sanggup untuk mengolahnya. Tuhan berkata " Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?". Sehingga cara mengenal Tuhan dalam Islam telah diajarkan Oleh Tuhan. Saya telah sampaikan cara itu sebelumnya. Cara lainnya adalah dengan pengalaman pribadi yang bersifat spiritual.



Jika sesuatu memimpin maka anda harus setuju bahwa ada kelebihan di dalamnya. Yang dipimpin bukan berarti salah, namun mereka tidak memiliki pengetahuan yang ada pada pemimpin. Jika dunia Islam memimpin itu berarti ada pengetahuan dalam dunia Islam yang tidak dimiliki oleh non-Islam.
"Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Islam']
"People who are in Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Muslim']

Anda sendiri sudah tahu jika tidak ada bukti maka tidak usah mengklaim. Tapi anda yang memulai bahwa tanpa tuhan pun manusia dapat bermoral. Saya tanya kembali, anda dapat memberikan bukti klaim anda ? Saya sudah memberikan bukti dunia Islam pada abad pertengahan sebelum era Perang Salib.
Oleh karena itu jika anda tidak dapat memberikan bukti klaim anda, saya katakan anda klaim kosong.
daripada tidak habis2nya kita berdebat maka saya juga sudah katakan pada posting saya sebelumnya mari kita buktikan saja ke depan. Benar salahnya pendapat kita masing2 saat ini juga tidak ada pengaruhnya terhadap peradaban dunia.


1. Saya sudah terangkan sebelumnya, pengetahuan ini ada hanya pada seorang muslim, "People who are in Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Muslim']. Fondasi itu telah kami ketahui bahkan kami imani dan kami sembah, bahwa kami adalah hamba-Nya. Tidak ada yang patut disembah selain Dia, Allah. Dia ada dengan Zat-Nya. Zat-Nya tidak sama dengan ciptaan-Nya. Zat, sifat, dan bentuk yang kita manusia klaim empiris.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya Struktur yang anda katakan kompleks itu, difondasikan oleh Dia yang secara 'empiris' sangat jauh lebih kompleks.

2. Maaf, kami muslim tidak akan pernah mengakui kami gila. Pengakuan seperti ini hanya datang dari golongan kaum yang tidak mengakui eksistensi Tuhan. Mungkin untuk pembenaran atau menghibur diri dengan juga menyertakan semua manusia gila, dari rasa bersalah dalam hatinya menolak Dia yang menciptakannya.
Kami muslim telah diperingatkan, bahwa juga dulu ketika zaman Nabi dan Rasul menyampaikan wahyu-Nya akan ada kaum yang menyatakan kami gila. Allah mengingatkan bahwa kami tidak gila, namun mereka lah yang seungguhnya gila dengan penolakan terhadap kebenaran.
Apakah bukti ke'gila'an kami muslim menjajah ruang komunal (tampaknya anda seirng sekali menggunakan kata-kata ini)



Anda hanya percaya kepada diri anda sendiri. Anda hanya percaya kepada 'kebenaran' yang anda asumsikan pada diri sendiri. Saya tidak tahu apakah anda angkuh karena jabatan anda yang tinggi, atau pendidikan anda yang tinggi, atau harta anda yang banyak, atau yang lainnya. Hanya satu yang anda tidak dapat menerapkan keangkuhan, kepada-Nya. Selama anda tidak menghilangkan kangkuhan ini dari hati anda tidak dapat menerima kebenaran.
Bagaimana saya dapat katakan anda memiliki keangkuhan ?

Jika anda memang benar maka dapatkah anda menciptakan seekor lalat ? dapatkah anda mengatur benda-benda langit hingga tidak saling bertabrakan ?, sebagaimana Tuhan melakukannya ?
Anda mungkin akan mengatakan kepada saya : " Anda membuat pertanyaan analogi yang tidak benar. Saya tidak percaya Tuhan. Kita semua ini terjadi secara kebetulan. "
Maka kemudian saya akan bertanya, kalau begitu anda percaya kepada apa ?
Anda mungkin akan menjawab : " Yang penting saya berbuat baik selama hidup".
Maka kemudian yang menjadi pertanyaan, " Apa yang akan dilakukan kebetulan alam ini terhadap anda? "
Anda mungkin akan menjawab : " Saya percaya kepada eksistensi alam"

Bagaimana mahawirasd ?

Saya menyimpulkan bahwa selama hidup ini anda percaya kepada eksistensi alam ini termasuk kepada diri anda senidri. Anda hanya percaya kepada diri anda sendiri, sebagai manusia dan juga mempercayai manusia lain sebagai hasil kebetulan alam. Maka apakah itu tidak termasuk kepada penyembahan kepada diri sendiri dan penyembahan kepada alam ? Pantaskah kira2 anda menyembah diri sendiri/akal anda sendiri ?

(saya bingung kenapa malah muslim yang ditanyakan ini oleh seorang Kristiani )

Karena seorang muslim, "People who are in Peace, Surrender and Obedience to God" [Arabic = 'Muslim'] melihat seluruh alam ini berdasarkan apa yang diajarkan Tuhan kepada makhluk ciptaan-Nya, manusia. Sehingga hanya kepada-Nya lah kami menyembah. Dan kami tidak pernah menyerang siapapun penganut kepercayaan ketuhanan lain kecuali jika kami diserang terlebih dahulu.

So let me ask you then, which one of us is really a bigotory ?


1. hmm, mgkn anda perlu lebih mendalami tulisan-tulisan para sufi.
Al Ghazzali pun sempat "dimusuhi" kalangan pemuka agama kok...
unorthodoxy juga banyak di dunia islam...
lagipula apakah anda tidak pernah mendengar nama salman rushdie?
trus ada juga hisr ali or something.
Goenawan Muhammad pun sangat kritis kok... coba baca deh tulisan2 dia skali2...
trus JIL dkk?
banyak contohnya, tapi memang anda benar, cenderung takut2an karena mungkin takut dinyatakan halal darahnya dsb...


2. iya, ngerti kok. Tampaknya anda yang tidak mengerti bahwa andalah yang terjebak dogma dan eksistensi empiris ini... Anda berlogika bahwa "saya ada, maka ada penciptanya", sementara yang saya katakan selalu: "bisa saja semua ini tidak ada"...
dunia ini bisa saja maya bung... dan jelas dunia ini fana...

makanya ketika anda berkata "pasti ada tuhan" sudah jelas bahwa andalah yang dogmatis dan a priori...


3. agama apa yang saya "peluk" sebelum jadi agnostik?
tergantung apa pengartian anda tentang "peluk"...
jika dilihat secara semangat, saya rasa saya agnostik dari sejak saya kecil...


4. pengertian anda tentang argumen saya kurang tepat. Saya sama sekali tidak menuntut bukti empiris/materialis, malah saya sangat menghindari pembuktian yang demikian karena menurut saya sangat besar kemungkinan indera-indera kita tidaklah sempurna dan bahwa dunia ini hanya ilusi...


5. asumsi pribadi? ya silahkan saja anda katakan demikian, tapi yang jelas sebelum anda bisa membuktikan asumsi saya salah, anda tidak dapat menegasikan kemungkinan tersebut.

selanjutnya, siapa yang berhak menentukan siapa yang pemikir "kompeten" dan siapa yang bukan?

mungkin anda bisa baca2 soal "eksistensialisme"...


6. simplifikasi yang anda lakukan sangatlah salah. Anda yang merasa bahwa kita ada dan anda pulalah yang merasa bahwa tuhan ada.
Bagi saya: makhluk bisa saja tidak ada (beserta semua implikasinya)


7. dan karena itulah saya selalu bilang bahwa "percaya" dan "tahu" itu BEDA!


8. hah? jika memimpin berarti ada yang tidak diketahui orang lain?
A. apa dasar anda menyatakan "islam memimpin"?
B. apakah JUMLAH berarti "benar"?
C. tidak tahukah anda bahwa pemimpin dapat dzalim?


9. bukti?
ok, menurut anda saya bermoral atau engga?
buddha bermoral ga?
descartes bermoral ga?
sartre bermoral ga?
dst


10. ya mungkin tidak berdampak langsung karena memang dari dulu kepercayaan pada yang absolut cenderung ndableg sampe dirinya tergantikan...

tapi bukan berarti saya akan berhenti memperjuangkan perdamaian...


11. bukan "tahu" itu namanya, tapi "percaya"...

"kebenaran" anda sangatlah subjektif...

penjajahan anda terlihat jelas dimana kebudayaan indonesia asli telah banyak yang terasimilasi oleh islam...


12. tampaknya anda yang angkuh. Saya mengakui ketidaktahuan saya, tapi anda angkuh dengan menyatakan bahwa apa yang anda percaya adalah yang paling benar.
Andalah yang hanya mementingkan "kebenaran" diri anda sendiri karena anda mencari aman di dunia dan akherat. Anda beragama bagi diri anda sendiri.

anda meminta saya menciptakan sesuatu?
tampaknya anda masih sangat terikat pada dunia yang fana ini...


13. siapa yang bilang saya percaya alam ini plek-plekan?
pragmatis saja. Kita tidak harus hidup. Hidup adalah pilihan. Pilihan diikuti tanggung jawab.

tidak perlu menyembah apapun/siapapun. Semua tanggung jawab pribadi.


bagaimana logisdannurani?


14. benarkah anda tidak pernah "menyerang" terlebih dahulu?
mengapa sepanjang sejarah terjadi konversi agama?


it is obvious that in this discussion it is not I who is a bigot.


-w-


:grin:

1. CLASSIC ! bagaimana jika saya katakan bahwa semua golongan2 yang anda sebut di atas adalah melenceng dari Islam itu sesungguhnya ? ya, pasti anda akan berkata " apa hak anda untuk berkata demikian " ? CLASSIC ! itu bukan hak saya, tapi hak Allah ! kebenaran dari Allah adalah mutlak. Truth is absolute beside Him. Jadi terserah anda, saya telah memberi tahu kepada anda, jika anda masih bersikukuh dengan pendirian relatif anda, maka kita buktikan saja nanti di akhirat kelak, saya menjadi saksi bagi anda, dan anda menjadi saksi bagi saya di hadapan Allah. Tidak ada gunanya kita perpanjang perdebatan ini.

2. Hahaha, anda mulai terlihat seperti beberapa netter2 yang lain yang berseteru dengan muslim di sini. Sudah jelas anda mengatakan dengan lantang bahwa dasar materialisme itu empirisme, ketika saya buktikan anda salah, anda kemudian menambah pengertian baru akan keterangan anda, bagaimana mahawirasd ?

Sudah saya katakan, muslim tidak akan terjebak dengan makna empirisem akan mengenal Allah. Ada barrier antara empirisme dengan mengenal Tuhan. ya betul Allah sendiri berfirman bahwa dunia ini fana dan hanya untuk bersendau gurau semata, maka apalagi yang anda tidak setuju ? jika Allah, Tuhan yang Maha Tahu telah terlebih dahulu mengatakan demikian ??

Hilangkan dulu narsisme keangkuhan dari diri anda, sebelum anda dapat mengartikan apa yang kami muslim maksudkan, apa yang Allah ajarkan kepada manusia melalui Qur'an yang dibaca oleh manusia.

Angkuh ? kami muslim hanya MEMBAWA KEBENRAN DARI ALLAH, JIKA ANDA TIDAK DAPAT MENERIMA KEBENARAN INI, MAKA ANDA LAH, YANG HANYA SEORANG MANUSIA BIASA, YANG TERBATAS OLEH UMUR, YANG ANGKUH. Kita buktikan saja di akhirat, saya saksi bagi anda, anda saksi bagi saya di hadapan Allah ! tidak ada yang patut lagi kita perdebatkan.

Bagaimana mahawirasd ?

Sisanya semua adalah skeptisisme anda yang tertuang dalam bentuk pertanyaan kepada diri sendiri yang tidak penting untuk direspon.


14. benarkah anda tidak pernah "menyerang" terlebih dahulu?
mengapa sepanjang sejarah terjadi konversi agama?


Contoh simple saja yang paling dekat, mana yang mulai duluan, FFI Indonesia atau AFFI, orang2 yang tidak suka kepada Islam (anda mungkin termasuk kedalamnnya) atau kami muslim yang hanya bertahan ? (ya, saya akui banyak juga muslim yang 'aggresive', dan itu salah ! maaf jika anda sempat merasa saya begitu)

it is obvious that in this discussion it is not I who is a bigot.


Really ?? then why are you here, respondng to me in this thread ? while it is clearly stated that this site motto is 'menjawab semua fitnah tentang Islam'..

What ?? u thought I annnoyed your agnotisism principal with this thread ? so what do you think about another people whose thought are same as mine ? people outside Islam who are far more credible and expirienced than me in this opinion, people who think that atheism (and all it's element) is like a diasease for mankind.

What ?? you think this is selfproclaim ? what ?? you need a prove ??
Why do you think USSR and her communism collapsed and no longer exist ? and why do you think the last bastion of atheism, China, is on the road to civil unrest politically and economically ? how dare u if u say that this is selfproclaim !

What ?? communism and atheism are two different things ?? u gotta be kidding me !!

So, let me hear you to call all of us, people who disagreed with ATHEISM, let me hear you call us bigot anda priori.

If you are daren't enough, let me TELL YOU that
YOU AND YOUR ATHEISM, AGNOTISISM MUMBO JUMBO ARE WHAT WE CIVILISED PEROPLE CALLED "BIGOT AND A PRIORI"



pardon for my English and my french
Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi."
Qur'an [34:49]
Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Qur'an [103]
User avatar
logisdanurani
Ketagihan
Ketagihan
 
Posts: 750
Joined: 2008 11 29, 1:00
Location: bandung

Postby mahawirasd » 2009 01 06, 5:20

logisdanurani wrote: :grin:

1. CLASSIC ! bagaimana jika saya katakan bahwa semua golongan2 yang anda sebut di atas adalah melenceng dari Islam itu sesungguhnya ? ya, pasti anda akan berkata " apa hak anda untuk berkata demikian " ? CLASSIC ! itu bukan hak saya, tapi hak Allah ! kebenaran dari Allah adalah mutlak. Truth is absolute beside Him. Jadi terserah anda, saya telah memberi tahu kepada anda, jika anda masih bersikukuh dengan pendirian relatif anda, maka kita buktikan saja nanti di akhirat kelak, saya menjadi saksi bagi anda, dan anda menjadi saksi bagi saya di hadapan Allah. Tidak ada gunanya kita perpanjang perdebatan ini.

2. Hahaha, anda mulai terlihat seperti beberapa netter2 yang lain yang berseteru dengan muslim di sini. Sudah jelas anda mengatakan dengan lantang bahwa dasar materialisme itu empirisme, ketika saya buktikan anda salah, anda kemudian menambah pengertian baru akan keterangan anda, bagaimana mahawirasd ?

Sudah saya katakan, muslim tidak akan terjebak dengan makna empirisem akan mengenal Allah. Ada barrier antara empirisme dengan mengenal Tuhan. ya betul Allah sendiri berfirman bahwa dunia ini fana dan hanya untuk bersendau gurau semata, maka apalagi yang anda tidak setuju ? jika Allah, Tuhan yang Maha Tahu telah terlebih dahulu mengatakan demikian ??

Hilangkan dulu narsisme keangkuhan dari diri anda, sebelum anda dapat mengartikan apa yang kami muslim maksudkan, apa yang Allah ajarkan kepada manusia melalui Qur'an yang dibaca oleh manusia.

Angkuh ? kami muslim hanya MEMBAWA KEBENRAN DARI ALLAH, JIKA ANDA TIDAK DAPAT MENERIMA KEBENARAN INI, MAKA ANDA LAH, YANG HANYA SEORANG MANUSIA BIASA, YANG TERBATAS OLEH UMUR, YANG ANGKUH. Kita buktikan saja di akhirat, saya saksi bagi anda, anda saksi bagi saya di hadapan Allah ! tidak ada yang patut lagi kita perdebatkan.

Bagaimana mahawirasd ?

Sisanya semua adalah skeptisisme anda yang tertuang dalam bentuk pertanyaan kepada diri sendiri yang tidak penting untuk direspon.


14. benarkah anda tidak pernah "menyerang" terlebih dahulu?
mengapa sepanjang sejarah terjadi konversi agama?


Contoh simple saja yang paling dekat, mana yang mulai duluan, FFI Indonesia atau AFFI, orang2 yang tidak suka kepada Islam (anda mungkin termasuk kedalamnnya) atau kami muslim yang hanya bertahan ? (ya, saya akui banyak juga muslim yang 'aggresive', dan itu salah ! maaf jika anda sempat merasa saya begitu)

it is obvious that in this discussion it is not I who is a bigot.


Really ?? then why are you here, respondng to me in this thread ? while it is clearly stated that this site motto is 'menjawab semua fitnah tentang Islam'..

What ?? u thought I annnoyed your agnotisism principal with this thread ? so what do you think about another people whose thought are same as mine ? people outside Islam who are far more credible and expirienced than me in this opinion, people who think that atheism (and all it's element) is like a diasease for mankind.

What ?? you think this is selfproclaim ? what ?? you need a prove ??
Why do you think USSR and her communism collapsed and no longer exist ? and why do you think the last bastion of atheism, China, is on the road to civil unrest politically and economically ? how dare u if u say that this is selfproclaim !

What ?? communism and atheism are two different things ?? u gotta be kidding me !!

So, let me hear you to call all of us, people who disagreed with ATHEISM, let me hear you call us bigot anda priori.

If you are daren't enough, let me TELL YOU that
YOU AND YOUR ATHEISM, AGNOTISISM MUMBO JUMBO ARE WHAT WE CIVILISED PEROPLE CALLED "BIGOT AND A PRIORI"



pardon for my English and my french


1. ya, argumen anda pun klasik. Anda menggunakan "tuhan" sebagai pembenaran. Bukankah secara inheren anda tidak dapat mengetahui apa yang mutlak?
ya, mari kita lihat saja apa yang terjadi nanti. Waspadalah.


2. hah? anda ngerti empirisme itu apa ga sih?
empirisme itu selalu terikat pada bukti2 material. Makanya saya bilang empirisme itu terikat dalam materialisme. Empirisme lupa bahwa dirinya berasumsi bahwa apa yang material itu benar-benar ada.

nampaknya anda yang angkuh. Anda yang secara a priori menyatakan sesuatu yang secara inheren dalam argumen anda sendiri tidak dapat anda ketahui.

Ya, saya bisa saja salah, tapi saya tidak akan lari dari tanggung jawab, saya akan pertanggungjawabkan sendiri kepercayaan saya. Bagaimana dengan anda, apa yang terjadi bila misalnya di akhirat nanti ternyata apa yang anda percaya adalah salah?

bagaimana logisdannurani?

masa sih tidak penting dijawab? anda tidak dapat memikirkan kemungkinan-kemungkinan tersebut?


3. dalam kasus FFI dan AFFI mungkin anda benar, tapi dari sejarah indonesia?


4. hahaha terlihat jelas anda tidak mengerti apa arti kata bigot, atheisme, komunisme, a priori dsb...

rusia runtuh knp? coba belajar sejarah...

coba baca karl marx, coba lihat apa arti "komunis" bagi dia dan apa arti "komunis" yang dipakai rusia dan cina...

dan saya rasa banyak juga kok orang yang merasa religion is the disease... tapi siapa yang berhak menentukan siapa yang lebih "ahli"?

saya disini tidak melarang siapapun percaya apapun. Coba baca dari awal tulisan2 saya. Coba anda cari arti kata bigot. Coba cermati. Dari awal yang saya perjuangkan hanya perdamaian ruang komunal kok. Ga pernah saya ngoprek2 ruang pribadi siapapun. Coba anda cari arti kata bigot.


yes, you are pardoned.


-w-
mahawirasd
Suka
Suka
 
Posts: 216
Joined: 2008 09 08, 10:39

Postby logisdanurani » 2009 01 06, 6:58

2. hah? anda ngerti empirisme itu apa ga sih?
empirisme itu selalu terikat pada bukti2 material. Makanya saya bilang empirisme itu terikat dalam materialisme. Empirisme lupa bahwa dirinya berasumsi bahwa apa yang material itu benar-benar ada.


LOH ko' anda jadi kembali lagi ke emprisme ?? saya kan sudah nyatakan bagaiamana nasib materialisme menurut salah seornang materialist sekaligus evolusionist, anda skip dan tidak baca ???

Hahaha

Saya sudah tahu apa yang anda kemukakan semua di atas.
TETek bengek anda : atheist, agnostik, a priori, bigot.
ANDA KIRA ANDA HEBAT DENGAN MENGETAHUI ARTI2 KATA SEPELE ITU ?

hahaha

saya sudah tahu bung kenapa USSR runtuh ! saya tahu yang mau anda tekankan itu adalah dari sisi politik, glasnost dan perestoreika gorbachev dsb,dsb,dsb. Yang mau saya tekankan adalah :
KENAPA COBA, ANDA PIKIRKAN, SISTEM MEREKA (KOMUNIS) BISA GAGAL SECARA MANUSIAWI ?? APA DASAR YANG MEREKA GUNAKAN UNTUK MERANCANG SISTEM KOMUNIS ? APALAGI JIKA BUKAN ATHEISTME !
atheist dan komuns itu sesungguhnya satu ! hanya saja terasa berbeda karena propaganda (membiaskan arti dan sejarah komunisme) untuk menyebarluaskan komunisme !

Anda bandingkan dengan Amerika saja misalnya !
meskipun atheist dan agnostik adalah hal yang lumrah bagi warga US, namun dasar negara mereka tidak terlepas dari yang namanya esensi ketuhanan ! sedikit banyak serupa dengan Indonesia ini !

JADI KOMUSNISME ITU ADALAH UJUNG TANDUK DARI ATHEISTME !
APAKAH KOMUNISME MASIH EXIST SAAT INI ????

PS Apakah anda seorang yang belajar filsafat ?? saya cenderung merasakannya dalam setiap argumen anda.
JAWAB PERTANYAAN SAYA INI !
Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi."
Qur'an [34:49]
Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Qur'an [103]
User avatar
logisdanurani
Ketagihan
Ketagihan
 
Posts: 750
Joined: 2008 11 29, 1:00
Location: bandung

Postby mahawirasd » 2009 01 07, 9:09

logisdanurani wrote:
2. hah? anda ngerti empirisme itu apa ga sih?
empirisme itu selalu terikat pada bukti2 material. Makanya saya bilang empirisme itu terikat dalam materialisme. Empirisme lupa bahwa dirinya berasumsi bahwa apa yang material itu benar-benar ada.


LOH ko' anda jadi kembali lagi ke emprisme ?? saya kan sudah nyatakan bagaiamana nasib materialisme menurut salah seornang materialist sekaligus evolusionist, anda skip dan tidak baca ???

Hahaha

Saya sudah tahu apa yang anda kemukakan semua di atas.
TETek bengek anda : atheist, agnostik, a priori, bigot.
ANDA KIRA ANDA HEBAT DENGAN MENGETAHUI ARTI2 KATA SEPELE ITU ?

hahaha

saya sudah tahu bung kenapa USSR runtuh ! saya tahu yang mau anda tekankan itu adalah dari sisi politik, glasnost dan perestoreika gorbachev dsb,dsb,dsb. Yang mau saya tekankan adalah :
KENAPA COBA, ANDA PIKIRKAN, SISTEM MEREKA (KOMUNIS) BISA GAGAL SECARA MANUSIAWI ?? APA DASAR YANG MEREKA GUNAKAN UNTUK MERANCANG SISTEM KOMUNIS ? APALAGI JIKA BUKAN ATHEISTME !
atheist dan komuns itu sesungguhnya satu ! hanya saja terasa berbeda karena propaganda (membiaskan arti dan sejarah komunisme) untuk menyebarluaskan komunisme !

Anda bandingkan dengan Amerika saja misalnya !
meskipun atheist dan agnostik adalah hal yang lumrah bagi warga US, namun dasar negara mereka tidak terlepas dari yang namanya esensi ketuhanan ! sedikit banyak serupa dengan Indonesia ini !

JADI KOMUSNISME ITU ADALAH UJUNG TANDUK DARI ATHEISTME !
APAKAH KOMUNISME MASIH EXIST SAAT INI ????

PS Apakah anda seorang yang belajar filsafat ?? saya cenderung merasakannya dalam setiap argumen anda.
JAWAB PERTANYAAN SAYA INI !


1. dan yang saya bilang dari awal adalah: itu kan menurut satu orang.
Mengapa anda begitu terpaku pada pendapat satu orang?


2. tidak ada yang merasa "hebat" disini, saya hanya mengatakan bahwa penafsiran anda tentang kata-kata tersebut terlalu sempit.


3. malah tidak. Malah menurut saya glasnots dan perestroika seharusnya membawa rusia ke sosialisme yang lebih advanced. Kehancuran rusia jauh lebih jelas terjadi karena kegagalan ekonomi.


4. waduh, coba anda baca2 deh, emangnya komunisme dibangun diatas atheisme?
atas dasar apa anda mengatakan demikian?


5. iya, dan lihatlah keadaan amerika yang political-rightnya begitu berkuasa. Itukah gambaran yang anda inginkan terjadi pada indonesia?
coba bandingkan negara2 eropa yang pajaknya lebih tinggi dan sistem jaringan sosialnya lebih baik. Sadarkah anda bahwa pajak tinggi dan sistem jaringan sosial yang baik yang bertujuan mensejahterakan rakyat adalah tujuan utama karl marx menulis bukunya?


6. bisa dibilang demikian, karena pada akhirnya semua orang pasti belajar berfilsafat, baik besar maupun kecil baik dari buku maupun dari guru-guru lainnya.


-w-
mahawirasd
Suka
Suka
 
Posts: 216
Joined: 2008 09 08, 10:39

Postby slimshady » 2009 01 07, 4:46

@ atas

Ente termasuk penghujat Islam ga?
Nehemia 8:6
(8-7) Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: "Amin, amin!", sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah.
User avatar
slimshady
Ketagihan
Ketagihan
 
Posts: 983
Joined: 2008 11 11, 9:05

Postby logisdanurani » 2009 01 07, 5:26

mahawirasd wrote:
logisdanurani wrote:
2. hah? anda ngerti empirisme itu apa ga sih?
empirisme itu selalu terikat pada bukti2 material. Makanya saya bilang empirisme itu terikat dalam materialisme. Empirisme lupa bahwa dirinya berasumsi bahwa apa yang material itu benar-benar ada.


LOH ko' anda jadi kembali lagi ke emprisme ?? saya kan sudah nyatakan bagaiamana nasib materialisme menurut salah seornang materialist sekaligus evolusionist, anda skip dan tidak baca ???

Hahaha

Saya sudah tahu apa yang anda kemukakan semua di atas.
TETek bengek anda : atheist, agnostik, a priori, bigot.
ANDA KIRA ANDA HEBAT DENGAN MENGETAHUI ARTI2 KATA SEPELE ITU ?

hahaha

saya sudah tahu bung kenapa USSR runtuh ! saya tahu yang mau anda tekankan itu adalah dari sisi politik, glasnost dan perestoreika gorbachev dsb,dsb,dsb. Yang mau saya tekankan adalah :
KENAPA COBA, ANDA PIKIRKAN, SISTEM MEREKA (KOMUNIS) BISA GAGAL SECARA MANUSIAWI ?? APA DASAR YANG MEREKA GUNAKAN UNTUK MERANCANG SISTEM KOMUNIS ? APALAGI JIKA BUKAN ATHEISTME !
atheist dan komuns itu sesungguhnya satu ! hanya saja terasa berbeda karena propaganda (membiaskan arti dan sejarah komunisme) untuk menyebarluaskan komunisme !

Anda bandingkan dengan Amerika saja misalnya !
meskipun atheist dan agnostik adalah hal yang lumrah bagi warga US, namun dasar negara mereka tidak terlepas dari yang namanya esensi ketuhanan ! sedikit banyak serupa dengan Indonesia ini !

JADI KOMUSNISME ITU ADALAH UJUNG TANDUK DARI ATHEISTME !
APAKAH KOMUNISME MASIH EXIST SAAT INI ????

PS Apakah anda seorang yang belajar filsafat ?? saya cenderung merasakannya dalam setiap argumen anda.
JAWAB PERTANYAAN SAYA INI !


1. dan yang saya bilang dari awal adalah: itu kan menurut satu orang.
Mengapa anda begitu terpaku pada pendapat satu orang?


2. tidak ada yang merasa "hebat" disini, saya hanya mengatakan bahwa penafsiran anda tentang kata-kata tersebut terlalu sempit.


3. malah tidak. Malah menurut saya glasnots dan perestroika seharusnya membawa rusia ke sosialisme yang lebih advanced. Kehancuran rusia jauh lebih jelas terjadi karena kegagalan ekonomi.


4. waduh, coba anda baca2 deh, emangnya komunisme dibangun diatas atheisme?
atas dasar apa anda mengatakan demikian?


5. iya, dan lihatlah keadaan amerika yang political-rightnya begitu berkuasa. Itukah gambaran yang anda inginkan terjadi pada indonesia?
coba bandingkan negara2 eropa yang pajaknya lebih tinggi dan sistem jaringan sosialnya lebih baik. Sadarkah anda bahwa pajak tinggi dan sistem jaringan sosial yang baik yang bertujuan mensejahterakan rakyat adalah tujuan utama karl marx menulis bukunya?


6. bisa dibilang demikian, karena pada akhirnya semua orang pasti belajar berfilsafat, baik besar maupun kecil baik dari buku maupun dari guru-guru lainnya.


-w-


Sekali lagi saya mohon maaf akan emosi pribadi saya. Harap maklum saya terpengaruh pemberitaan Palestina.
.........................................................................

1. Lho ??, saya lebih dahulu mengatakan bahwa masih banyak pendapat dati yang lain. Pendapat dari Mr. lowentin ini hanya salah satunya. Bilang saja jika anda ingin pendapat dari yang lain. Akan seklaian saya sampaikan.

2. Saya rasa justru tafsiran anda yang terlalu sempit. Kami objektif pada setiap hal.
anda hanya berpedomankan dunia, sedangkan kami muslim berpedomankan dunia dan akhirat. Atau anda berpkir kami muslim hanya berpedomankan akhirat (yang itu pun menurut anda tidak ada ).
Nah maka siapa yang sempit mengartikan ? saya yang berpendidikan umum dan agama (dan saya sama sekali tidak melihat kontradiksi antara keduanya sehingga saya harus meninggalkan salah satunya sepert anda yang harus meniggalkan agama (katolik?) anda dahulu), atau anda yang berpendidikan hanya umum saja ? sok ah jawab atuh, dalam hati ajah kalo malu mah

3. Iya itu maksud saya. sistem sosialis komunis itu tidak dapat diterapkan secara manusiawi. Sehingga gorbachev harus merombaknya dengan glasnost and perestoreika. gicu kan ?
Nah coba pikir lagi di mananya sisitem komunis ini gagal ? padahal baugs kan (kelihatannya), sama rata sama rasa ?

4 Yah udah kalo gicu, sok atuh anda keluarkan dulu apa kata Karl Marx, kata Lenin. Sok.... dipersilahkan.....

5. Ahh, hanya perasaan anda saja. Siapa bilang bahwa negara2 Eropa menggunakan Marxisme ? jangan ngaco...
Dan maksud saya membandingkan US dengan Indonesia adalah dalam hal esensi ketuhanan dalam dasar bernegaranya. Gicu loh ! jangan diselewengkan jadi political rights ah (seperti US terapkan)... yah jelas itu perbuatan yang zalim dalam Islam.

6. EITS... kebiasaan anda deh ini. Antara menganggap hanya anda yang priori, tidak bigot, dan objektif, dan mengeneralisir orang lain supaya sesuai dengan anda (everyone is craazy with their own little ways-sekarang nambah semua orang belajar filsafat). Yah saya cuma ngasih pendapat, memang beginilah seseorang jika menggeluti dunia filsafat, sering lupa diri.
Gak ah , saya tidak belajar filsafat. Bagi saya cukuplah ajaran Islam yang menjadi philosophy saya. Kebenaran absolut dari Allah. Selain itu sangat relatif kebenarannya karena dari manusia. Anda pasti tahu kan jika filsafat pada dasarnya lahir akan pertanyaan manusia akan alam dan kehidupan ini ? namun belum cukup maju teknologi untuk membuktikannya. Sehingga bagi saya filsafat is dead. Apa pun itu, Marx, Lenin, Nietzsche, Hegel, Confusius, Tao,dsbdsb.
Dan tahukah anda sebagian orang2 pintar Islam bahkan menganggap filsafat haram untuk dipelajari ? karena bagaikan belajar sesuatu yang sia sia yang sangat relatif kebenarannya, bahkan cenderung kepada kesesatan.
Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi."
Qur'an [34:49]
Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Qur'an [103]
User avatar
logisdanurani
Ketagihan
Ketagihan
 
Posts: 750
Joined: 2008 11 29, 1:00
Location: bandung

Postby logisdanurani » 2009 01 07, 5:32

1. ya, argumen anda pun klasik. Anda menggunakan "tuhan" sebagai pembenaran. Bukankah secara inheren anda tidak dapat mengetahui apa yang mutlak?
ya, mari kita lihat saja apa yang terjadi nanti. Waspadalah.


Oh ya , ketingaalan. Apa maksud anda (yang saya bold). Terhadap apa saya waspada ? bukankah anda tidak percaya adanya Tuhan ?
Atau ternyata anda saat ini sedang berpura2 menjadi seorang atheist ?
Sekali lagi saya tanya TERHADAP APA SAYA HARUS BERHATI2 ? TERHADAP LUBANG KUBURAN DI BUMI YANG AKAN MENERIMA SAYA ?
HARAP DIJAWAB MAHAWIRASD

3. dalam kasus FFI dan AFFI mungkin anda benar, tapi dari sejarah indonesia?


Dan satu lagi, tolong anda jelaskan saja apa maksud anda dengan sejarah Indonesia.
Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi."
Qur'an [34:49]
Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Qur'an [103]
User avatar
logisdanurani
Ketagihan
Ketagihan
 
Posts: 750
Joined: 2008 11 29, 1:00
Location: bandung

Postby mahawirasd » 2009 02 12, 3:50

logisdanurani wrote:
1. ya, argumen anda pun klasik. Anda menggunakan "tuhan" sebagai pembenaran. Bukankah secara inheren anda tidak dapat mengetahui apa yang mutlak?
ya, mari kita lihat saja apa yang terjadi nanti. Waspadalah.


Oh ya , ketingaalan. Apa maksud anda (yang saya bold). Terhadap apa saya waspada ? bukankah anda tidak percaya adanya Tuhan ?
Atau ternyata anda saat ini sedang berpura2 menjadi seorang atheist ?
Sekali lagi saya tanya TERHADAP APA SAYA HARUS BERHATI2 ? TERHADAP LUBANG KUBURAN DI BUMI YANG AKAN MENERIMA SAYA ?
HARAP DIJAWAB MAHAWIRASD

3. dalam kasus FFI dan AFFI mungkin anda benar, tapi dari sejarah indonesia?


Dan satu lagi, tolong anda jelaskan saja apa maksud anda dengan sejarah Indonesia.


1. waspada terhadap kesalahan kepercayaan anda.
kan kepercayaan anda spesifik, kalo ternyata yg benar "tuhan X" gimana? anda akan dihukum kan?
kalo saya mah ga takut, mau ternyata ada tuhan, ga ada tuhan, saya akan tanggung jawab atas semua perkataan dan perbuatan saya sendiri tanpa membawa-bawa orang lain...
coba misalnya di akhirat ternyata kepercayaan anda salah, akankah anda menyalahkan orang2 yg mengajarkan kepercayaan anda tersebut kepada anda?


2. ya sejarah indonesia sebagai kepulauan... masa cm ngeliat 60 tahun terakhir yg sebagai negara?


-w-
mahawirasd
Suka
Suka
 
Posts: 216
Joined: 2008 09 08, 10:39

Postby logisdanurani » 2009 02 13, 5:30

mahawirasd wrote:1. waspada terhadap kesalahan kepercayaan anda.
kan kepercayaan anda spesifik, kalo ternyata yg benar "tuhan X" gimana? anda akan dihukum kan?
kalo saya mah ga takut, mau ternyata ada tuhan, ga ada tuhan, saya akan tanggung jawab atas semua perkataan dan perbuatan saya sendiri tanpa membawa-bawa orang lain...
coba misalnya di akhirat ternyata kepercayaan anda salah, akankah anda menyalahkan orang2 yg mengajarkan kepercayaan anda tersebut kepada anda?


2. ya sejarah indonesia sebagai kepulauan... masa cm ngeliat 60 tahun terakhir yg sebagai negara?
-w-


mahawirasd lama tidak kelihatan...

1. Yang menjadi masalah, tidak mungkin apa yang saya yakini [akidah Islam] itu salah. Islam sudah pasti benar. Allah sudah pasti benar.
Dan saya rasa anda tidak berada dalam posisi untuk memeperingatkan saya, karena konseo ketuhanan saja anda tidak kuasai, jadi menurut saya anda agak lancang. Kalo seorang kristiani yang berkata "waspada' kepada saya itu pun saya hanya ketawa [maaf kalo ketawa]

2. Indonesia kepaluan, nusantara ya maksudnya ?
baiklah, nusantara sebelumnya dikuasai oleh Hindu dan Budha. lalu, hadir Islam. Kedatangan Islam dengan jalur perdagangan Lalu, datang kristiani dengan 3G, gold glory gospel nya.

Silahkan dari sini apa yang anda mau katakan kepada saya.
Apakah bahwa penyebaran Islam dengan cara aggressive, dengan paksaan ?


P.S. Bagaimana dengan pertanyaan2 saya sebelumya, mengapa tidak anda jawab ? saya persilahkan anda jawab ketika anda ada waktu untuk kita diskusikan..
Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi."
Qur'an [34:49]
Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Qur'an [103]
User avatar
logisdanurani
Ketagihan
Ketagihan
 
Posts: 750
Joined: 2008 11 29, 1:00
Location: bandung

Postby mahawirasd » 2009 02 16, 11:19

logisdanurani wrote:mahawirasd lama tidak kelihatan...

1. Yang menjadi masalah, tidak mungkin apa yang saya yakini [akidah Islam] itu salah. Islam sudah pasti benar. Allah sudah pasti benar.
Dan saya rasa anda tidak berada dalam posisi untuk memeperingatkan saya, karena konseo ketuhanan saja anda tidak kuasai, jadi menurut saya anda agak lancang. Kalo seorang kristiani yang berkata "waspada' kepada saya itu pun saya hanya ketawa [maaf kalo ketawa]

2. Indonesia kepaluan, nusantara ya maksudnya ?
baiklah, nusantara sebelumnya dikuasai oleh Hindu dan Budha. lalu, hadir Islam. Kedatangan Islam dengan jalur perdagangan Lalu, datang kristiani dengan 3G, gold glory gospel nya.

Silahkan dari sini apa yang anda mau katakan kepada saya.
Apakah bahwa penyebaran Islam dengan cara aggressive, dengan paksaan ?


P.S. Bagaimana dengan pertanyaan2 saya sebelumya, mengapa tidak anda jawab ? saya persilahkan anda jawab ketika anda ada waktu untuk kita diskusikan..


biasalah, kerjaan dsb... PLN jg lagi rada masalah kmrn2 jadi ga bisa nginternet...

1. itukan menurut anda.
menurut orang lain pun bisa saja anda dikatakan "tidak menguasai konsep ketuhanan"
dan orang kristen pun mungkin akan menganggap anda lancang bila anda bilang "waspada" ke mereka
anda masih ga sadar juga bahwa apa yang anda percaya itu subjektif?

2. hindu buddha pun pendatang. Dan memang islam awalnya datang dengan perdagangan, tapi coba lihat proses transisinya... Majapahit lah mgkn yang paling terlihat jelas...


maaf, tapi pertanyaan yg mana yg belum terjawab?


-w-
mahawirasd
Suka
Suka
 
Posts: 216
Joined: 2008 09 08, 10:39

PreviousNext

Return to Islam dengan Atheis

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests




eXTReMe Tracker