Seluruh jajaran crew AFFI mengucapkan :
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa...

[Forum] [Blog]

Netter FFInter MentoQ Ga mampu buktiin Aisya korban Pedofil

Semua jawaban tentang muhammad dari forum faithfreedom.org

Moderator: Forum Control

Netter FFInter MentoQ Ga mampu buktiin Aisya korban Pedofil

Postby Montir Kepala » 2008 01 18, 10:33

Netter FF Inter tak ada yg sanggup memenuhi tantangan

http://www.faithfreedom.org/forum/viewt ... 16&start=0

Posting Pertama :
Posted: Wed Aug 01, 2007 7:10 am
Post subject: WAS AISYA PEDOPHILE's VICTIM ??? .. how u sure ?

ampe detik ini belum ada yg mampu buktikan .... terakhir ada yg jawab tandanya cemburu ..la wong edan cemburu kok tanda korban pedofil ha ha

Montir Kepala :
i've Question for all FFI's Netters ....
ARE YOU SURE AISYA WAS A VICTIM of PEDOPHILE ??
HOw u sure ?.....

Ali Sina menjawab :
Does really anyone have to answer this question? Isn't it clear that when you violate the purity of a little child you are abusing her? It makes not different that the father of the child is a brain dead cultists who has lost all his rational faculty and is also part of this crime. The fact that deflowering a child is a heinous crime is self explanatory.
At the age of 18 she became a widow and as jealous and possessive was that criminal, he prohibited his wives to re-marry. Isn't this a violation?




Ali Sina menjawab :
" 'Aisha added, "None of you could control his sexual desires as the Prophet could."

I have shown in my book that Muhammad was impotent. He liked to go from one wife to another, visiting all of them in one night and doing nothing but fondling them. Why? It is because he was impotent. Muhammad had increases libido and decreased sexual power.

MOntir Kepala :
You are completely Wrong ALI ...!!!
Muhammad was not Impotent. He maried Aisya in 622 CE but in 628 CE Muhammad maried Marya Al Qibtiya and He got a child named Ibrahim ibn Muhammad.


Ali Sina menjawab :
We can't examine Aisha to determine the psychological effect of her abuse. However, Aisha is not our concern. What is the point of brining this old case is the fact that what Muhammad did is seen by Muslims as the right thing and even today children are abused sexually. We can easily measure the effect of this abuse because these victims are alive.

MOntir Kepala :
but you cannot judge Muhammad as Pedophile if u cannot give us the evidence that Aisya was his victim ...

look at this naration :
    Sahih Muslim, Book 008, Number 3451:
    'A'isha (Allah be pleased with her) reported: Never did I find any woman more loving to me than Sauda bint Zam'a. I wished I could be exactly like her who was passionate. As she became old, she had made over her day (which she had to spend) with Allah's Messenger (may peace be upon him) to 'A'isha. She said: I have made over my day with you to 'A'isha. So Allah's Messenger (may peace be upon him) allotted two days to 'A'isha, her own day (when it was her turn) and that of Sauda.

PEDOPHILE's VICTIM LIKES LONG-LIVE WITH HER ABUSER ??
AWESOME !!!


THINK PEOPLES !...
AISYA was not Pedophile's Victim because Aisya never got Sexual Abusement from a pedophile.NO SIGN OF THAT ...!
dont make slander !!!
I never heard pedophile's victim feel jealous !
    Sahih Bukhari, Volumn 008, Book 073, Hadith Number 033.
    -----------------------------------------
    Narated By 'Aisha : I never felt so jealous of any woman as I did of Khadija, though she had died three years before the Prophet married me, and that was because I heard him mentioning her too often, and because his Lord had ordered him to give her the glad tidings that she would have a palace in Paradise, made of Qasab and because he used to slaughter a sheep and distribute its meat among her friends.

    Sahih Bukhari, Volumn 007, Book 062, Hadith Number 048.
    -----------------------------------------
    Narated By Hisham's father : Khaula bint Hakim was one of those ladies who presented themselves to the Prophet for marriage. 'Aisha said, "Doesn't a lady feel ashamed for presenting herself to a man?" But when the Verse: "(O Muhammad) You may postpone (the turn of) any of them (your wives) that you please,' (33.51) was revealed, " 'Aisha said, 'O Allah's Apostle! I do not see, but, that your Lord hurries in pleasing you.'."


THINK TWICE FOR MAKING SLANDER TO MUHAMMAD !!!
J. Diven Port:“Dr segi keindahan & kebaikan watak & prilaku, Muhammad memiliki keistimewaan yg sgt tinggi. Mrk yg tdk memiliki watak-2 spt inilah yg memandang beliau sbg sesuatu yg tak bernilai.
"Bantulah yg tertindas, Bimbinglah yg Sesat" (Muhammad)
"Sayangi yg di Bumi, Kau akan disayang yg di langit" (Muhammad)

Ref. Islam nice tlng sumbang
User avatar
Montir Kepala
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1339
Joined: 2007 10 10, 2:37

Postby asbunawas » 2008 01 18, 12:40

Setuju mon!,

Mana ada yang namanya seseorang yang jadi Korban tapi menyimpan Rasa Cemburu!...

Rasa Cemburu ada, karena ada Rasa Sayang dan Cinta.


ALI SINA bener2 jongkok!... :D :D
User avatar
asbunawas
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 2512
Joined: 2007 09 17, 3:25

Postby Montir Kepala » 2008 01 18, 2:05

asbunawas wrote:Setuju mon!,

Mana ada yang namanya seseorang yang jadi Korban tapi menyimpan Rasa Cemburu!...

Rasa Cemburu ada, karena ada Rasa Sayang dan Cinta.


ALI SINA bener2 jongkok!... :D :D

kayaknya kita harus stock "AYA-AYA WAE AWARD" sebanyak-banyaknya .... atas kegemilangan kafir bikin slander


Image

"AYA-AYA WAE AWARD"
J. Diven Port:“Dr segi keindahan & kebaikan watak & prilaku, Muhammad memiliki keistimewaan yg sgt tinggi. Mrk yg tdk memiliki watak-2 spt inilah yg memandang beliau sbg sesuatu yg tak bernilai.
"Bantulah yg tertindas, Bimbinglah yg Sesat" (Muhammad)
"Sayangi yg di Bumi, Kau akan disayang yg di langit" (Muhammad)

Ref. Islam nice tlng sumbang
User avatar
Montir Kepala
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1339
Joined: 2007 10 10, 2:37

Postby asbunawas » 2008 01 21, 10:05

Hehehehe, boleh juga tuh Mon bentuk piala untuk Award bagi Kafir FFI nya...:D :D
User avatar
asbunawas
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 2512
Joined: 2007 09 17, 3:25

Postby al_faqir » 2008 01 25, 3:03

kok pada rame membicarakan tentang RosululLoh Muhammad SAW yang menikahi Aisyah RA.

kalo g slah,wktu RosululLoh Muhammad SAW menikahi Aisyah RA,Aisyah RA g berumur skitar 9 tahun deh,tapi sekitar 18tahun.

ada sebuah sumber yang menerangkan disertai dengan beberapa hadist.

tapi maaf banget g bisa ngeposting disini,soalnya lupa tuh artikel ditaruh dimana :cry: :cry: :cry:

CMIIW
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. Q.S Al-Baqoroh:120
User avatar
al_faqir
Pengen tahu
Pengen tahu
 
Posts: 132
Joined: 2008 01 19, 10:04

Postby al_faqir » 2008 01 26, 12:00

artikelnya dah ketemu neh...moga bermanfaat
maaf kalo repost
___________________________________________________
Code: Select all
Aisyah tidak berumur 7 tahun

Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tersebut sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisham ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.

Bukti #1: Pengujian Terhadap Sumber
Sebagian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari bapaknya, yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.
Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, di mana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.
Tehzibu'l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : " Hisham sangatbisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq " (Tehzi'bu'l-tehzi'b, Ibn Hajar Al-`asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).
Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: " Saya pernah diberi tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq" (Tehzi'b u'l-tehzi'b, IbnHajar Al- `asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).
Mizanu'l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: "Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok" (Mizanu'l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu'l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).
KESIMPULAN:
berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah buruk dan
riwayatnya setelah pindah ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.
KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:
Pra-610 M: Jahiliyah (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
610 M: turun wahyu pertama Abu Bakr menerima Islam
613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
615 M: Hijrah ke Abyssinia.
616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah

Bukti #2: Meminang
Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.
Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: "Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyahh dari 2 isterinya " (Tarikhu'l-umam wa'l-mamlu'k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara'l-fikr, Beirut, 1979).
Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa Jahiliyahh usai (610 M).
Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat Jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.
KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

Bukti # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah
Menurut Ibn Hajar, "Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun... Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah" (Al-isabah fi tamyizi'l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu'l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).
Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.
KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

Bukti #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma'
Menurut Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd: "Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la'ma'l-nubala', Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu'assasatu'l-risalah, Beirut, 1992).
Menurut Ibn Kathir: "Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]"
(Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).
Menurut Ibn Kathir: "Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau beberapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)
Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: "Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H." (Taqribu'l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi'l-nisa', al-harfu'l-alif, Lucknow).
Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisih usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah 622M).
Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.
Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.
Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?
KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

Bukti #5: Perang BADAR dan UHUD
Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab karahiyati'l-isti`anah fi'l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: "ketika kita mencapai Shajarah". Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar.
Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab Ghazwi'l-nisa' wa qitalihinnama`a'lrijal): "Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb]."
Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud dan Badr.
Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu'l-maghazi, Bab Ghazwati'l-khandaq wa hiya'l-ahza'b): "Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb."
Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 tahun akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perang, dan (b) Aisyahikut dalam perang badar dan Uhud
KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)
Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: "Saya seorang gadis muda(jariyah dalam bahasa arab)" ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, Kitabu'l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa'l-sa`atu adha' wa amarr).
Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir
ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane's Arabic English Lexicon).
Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.
KESIMPULAN: Riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.

Bukti #7: Terminologi bahasa Arab
Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepadanya tentang pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: "Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)". Ketika Nabi bertanya tentang identitas gadis tersebut (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.
Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun.
Kata yang tepat untuk gadis belia yang masih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaimana kita pahami dalam bahasa Inggris "virgin". Oleh karena itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah "wanita" (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath
al-`arabi, Beirut).
Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah "wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan." Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.

Bukti #8. Text Qur'an
Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur'an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?
Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat, yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur'an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid diaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri.
Ayat tersebut mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan
ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin.
Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)
Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim
diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan "sampai usia menikah" sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.
Disini, ayat Qur'an menyatakan tentang butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.
Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tersebut secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambil tugas sebagai isteri.
Oleh karena itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa Abu Bakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama
sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.
Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,"berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?" Jawabannya adalah Nol besar.
Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?
Abu Bakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur'an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau
akan menolak dengan tegas karena itu menentang hukum-hukum Quran.
KESIMPULAN: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karena itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

Bukti #9: Ijin dalam pernikahan
Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.
Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.
Adalah tidak terbayangkan bahwa Abu Bakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras tentang persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.
Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.
KESIMPULAN: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami tentang klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karena itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.

Summary:
Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah SAW dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernah keberatan dengan pernikahan seperti ini, karena ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable.

Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karena adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

Oleh karena itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur'an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

Note: The Ancient Myth Exposed
By T.O. Shanavas , di Michigan.
© 2001 Minaret
from The Minaret Source: http://www.iiie.net/

Diterjemahkan oleh : Cahyo Prihartono
Diedit oleh : Armansyah
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. Q.S Al-Baqoroh:120
User avatar
al_faqir
Pengen tahu
Pengen tahu
 
Posts: 132
Joined: 2008 01 19, 10:04

Postby Montir Kepala » 2008 02 05, 1:31

muhamad saw wrote:ternyata aisyah tidak ditiduri pada usia 9 tahun tapi 9 bulan busyet macam pedofil hilang akal atau memang tak punya akal



yang jelas punya zakar

saw kita lanjut di topik kamu aja yuk
J. Diven Port:“Dr segi keindahan & kebaikan watak & prilaku, Muhammad memiliki keistimewaan yg sgt tinggi. Mrk yg tdk memiliki watak-2 spt inilah yg memandang beliau sbg sesuatu yg tak bernilai.
"Bantulah yg tertindas, Bimbinglah yg Sesat" (Muhammad)
"Sayangi yg di Bumi, Kau akan disayang yg di langit" (Muhammad)

Ref. Islam nice tlng sumbang
User avatar
Montir Kepala
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1339
Joined: 2007 10 10, 2:37

Postby asbunawas » 2008 02 05, 4:09

si Saw, mana sanggup diajak diskusi yang cerdas, wong makannya juga cuman apam syier doang yang bertabur...

Ah engga tega ngomongnya..hehehe
User avatar
asbunawas
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 2512
Joined: 2007 09 17, 3:25

Postby doni » 2008 02 05, 6:54

asbunawas wrote:si Saw, mana sanggup diajak diskusi yang cerdas, wong makannya juga cuman apam syier doang yang bertabur...

Ah engga tega ngomongnya..hehehe

Apalagi kalau Modnya Netral hehehehehe
doni
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1407
Joined: 2007 11 24, 11:18

Postby Kumal » 2008 02 29, 10:41

Jadi menurut bung montir kepala secara tegas,pada usia berapa kah aisyah di nikahi oleh nabi?
Kumal
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 24
Joined: 2008 02 27, 12:17

Postby Montir Kepala » 2008 02 29, 11:25

Dari.kampung wrote:Jadi menurut bung montir kepala secara tegas,pada usia berapa kah aisyah di nikahi oleh nabi?

diskusi saya sama ali sina lebih kepada pembuktian tidak ada SEXUAL ABUSEMENT pada Aisya. Aisya berumahtangga dengan Nabi Saw ketika psikology sudah dipandang mapan untuk berkeluarga.
sebab jika alur logikanya adalah aisya belum siap secara mental maka yg akan terjadi adalah reaksi2 spontan dari Aisya. namanya juga masih bloon pasti bereaksi dgn polos.
jika demikian adanya seharusnya ada bukti2 periwayatan bahwa Aisya tersiksa secara mental akibat ketidakmatangan mentalnya untuk berkeluarga. nyatanya tak ada bukti dan tak ada cerita.
bukti2 malah mendukung teori bahwa Aisya sudah siap mental (dewasa) ketika serumah dgn lelaki dewasa untuk membina rumah tangga. NAH ini FAKTA ...!!

lalu kamu mungkin nanya "mau dikemanakan angka2 dlm hadits2 sahih tsb ?" .....
maka yg kamu perlukan dlm mencari apologis adalah bahwa :
1. bangsa Arab kala itu dlm sahih bukhari disebutkan tidak pandai berhitung.
2. Tidak ada pencatatan kelahiran.
3. yang meriwayatkan umur aisya adalah keponakan Aisya yg lahir di madina (waktu hijrah) artinya tau apa dia ttg kelahiran Aisya ?
4. Aisya atau orang yg lahir itu sendiri tdk mungkin hafal betul kapan dia lahir semua kata orang yg notabene tdk pernah mencatat tgl kelahiran Aisya.

jadi bisa saja benar Aisya pernah berkata waktu menikah dgn nabi umur 9 tahun .... namun SANGAT MUNGKIN DIA TDK TEPAT MENGHITUNG USIANYA .... sebab kala itu Aisya sudah dinilai oleh Ibu Bapaknya SIAP untuk BERUMAH TANGGA (dewasa) dgn lelaki dewasa. serta tdk ada protes dari tetangganya kala itu. shg tak masalah lah angka2 itu yg jelas AIsya sudah dewasa ketika serumah dgn Nabi Saw.
J. Diven Port:“Dr segi keindahan & kebaikan watak & prilaku, Muhammad memiliki keistimewaan yg sgt tinggi. Mrk yg tdk memiliki watak-2 spt inilah yg memandang beliau sbg sesuatu yg tak bernilai.
"Bantulah yg tertindas, Bimbinglah yg Sesat" (Muhammad)
"Sayangi yg di Bumi, Kau akan disayang yg di langit" (Muhammad)

Ref. Islam nice tlng sumbang
User avatar
Montir Kepala
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1339
Joined: 2007 10 10, 2:37

Postby Kumal » 2008 02 29, 1:02

@atas
Jadi menurut bung montir kepala"siapa yang tahu secara pasti dan akurat keadaan pada jaman dahulu ketika nabi menikahi aisyah"
Kumal
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 24
Joined: 2008 02 27, 12:17

Postby Montir Kepala » 2008 02 29, 1:21

Dari.kampung wrote:@atas
Jadi menurut bung montir kepala"siapa yang tahu secara pasti dan akurat keadaan pada jaman dahulu ketika nabi menikahi aisyah"

syarat2 penerimaan hadits secara Mutlak itu disebut Mutawatir. ulama membaeri syarat pada hadits derajat mutawatir adalah 4 perawi yg berbeda dgn jalur sanad berbeda. sehingga 4 orang ini diasumsikan tdk mungkin bersepakat bohong akan suatu penglihatan, atau pengalaman mereka pada suatu peristiwa.

jika tdk mencapai 4 saksi maka masuk dalam katagori hadits ahad. dalam menyaring hadits ahad dilihat kualitas perawinya. pernahkan dia berbohong, pernahkan menipu dsb. jikalau BERSIH sosok perawinya maka riwayatnya disebut SAHIH. namun masih terbuka peluang untuk dianalisa ISI periwayatannya. jika kualitas perawinya jelek maka masuk katagori Dha'if (lemah).

anggap saja Urwa berkata bahwa aisya pernah menuturkan usianya 9 tahun waktu serumah dgn nabi itu BENAR adanya bermodal kejujuran perawi hadits tsb. Tapi masalahnya bukan disitu. masalahnya adalah adanya kemungkinan Urwa tdk PASTI BETUL menghitung usia Aisya. demikian juga AIsya. ini bisa dimaklum karena tdk ada kegiatan pencatatan kelahiran atau pun menganggap penting akurasi tgl lahir. jadi bersifat DUGAAN dan tdk pasti. yg terlihat justru kedewasaan Aisya.
J. Diven Port:“Dr segi keindahan & kebaikan watak & prilaku, Muhammad memiliki keistimewaan yg sgt tinggi. Mrk yg tdk memiliki watak-2 spt inilah yg memandang beliau sbg sesuatu yg tak bernilai.
"Bantulah yg tertindas, Bimbinglah yg Sesat" (Muhammad)
"Sayangi yg di Bumi, Kau akan disayang yg di langit" (Muhammad)

Ref. Islam nice tlng sumbang
User avatar
Montir Kepala
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1339
Joined: 2007 10 10, 2:37

Postby id amor » 2008 02 29, 2:28

saya akan menambahkan sedikit ..kebetulan ini postingan dari sdr Jones di swaramuslim tentang hadist-hadist tersebut

Saya kira hampir semua situs internet memakai referensi terjemahan Hadits dalam bahasa Inggris oleh Muhsin Khan, umumnya diambil dari situs http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... h/bukhari/ yang tidak menyebutkan seluruh urut-urutan periwayatnya, disamping adanya salah cetak.
Kalau saya jadi anda, saya akan mempelajari referensi-referensi keagamaan seperti ini dalam bahasa originalnya dan jika anda bisa membaca tulisan Arab, kitab hadits dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Muhsin Khan baik pada website maupun pada kitab Shahih Bukhari, Dar ul Arabia Beirut, Book 7 page 50 anda akan mendapati bahwa dari semua narasi pada 8 riwayat ( 5 Bukhari dan 3 Muslim + 1 Sunan Abu Dawud) yang menceritakan Aisyah menikah ketika berumur 6 tahun semua sumbernya berasal dari 'Urwah, yang mengatakan bahwa cerita itu disampaikan oleh 'Aisyah RA.

Dibawah ini adalah urut-urutan narator
HR Bukhari
Volume 5, Book 58, Number 236

‏حدثني ‏ ‏فروة بن أبي المغراء ‏ ‏حدثنا ‏ ‏علي بن مسهر ‏ ‏عن ‏ ‏هشام ‏ ‏عن ‏ ‏أبيه ‏ ‏عن ‏ ‏عائشة ‏ ‏رضي الله عنها ‏ ‏قالت
http://hadith.al-islam.com/Display/Disp ... D%CF%ED%CB

hadatsnaa faruuq bin abilmughraa' hadatsnaa alii bin mashar 'an hisyaam 'an abiihi 'an 'aisyah radhiAllahu 'anhaa qoolat .....dst

Telah bercerita kepadaku Faruq bin Abi Almughiraa' telah bercerita kepadaku Ali bin Mashar dari Hisyam dari ayahnya (Urwah), dari Aisyah, berkata beliau : ..... dst

Volume 5, Book 58, Number 238

حدثني ‏ ‏عبيد بن إسماعيل ‏ ‏حدثنا ‏ ‏أبو أسامة ‏ ‏عن ‏ ‏هشام ‏ ‏عن ‏ ‏أبيه ‏ ‏قال

http://hadith.al-islam.com/Display/Disp ... D%CF%ED%CB

hadatsnaa ubaid bin isma'iil hadatsnaa abuu isaamah 'an hisyaam 'an abiihi

Telah bercerita kepadaku Ubaid bin Ismail telah bercerita kepadaku Abu Usamah dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya (Urwah) berkata ia : ....dst

Volume 7, Book 62, Number 64
‏حدثنا ‏ ‏محمد بن يوسف ‏ ‏حدثنا ‏ ‏سفيان ‏ ‏عن ‏ ‏هشام ‏ ‏عن ‏ ‏أبيه ‏ ‏عن ‏ ‏عائشة ‏ ‏رضي الله عنه

http://hadith.al-islam.com/Display/Disp ... D%CF%ED%CB

hadatsnaa muhammad bin yuusuf hadatsnaa sufyaan 'an hisyaam 'an abiihi 'an 'aisyah.....

Telah bercerita kepadaku bin Yusuf telah bercerita kepadaku Sufyan dari Hisyam dari ayahnya (Urwah), dari 'Aisyah: " ....dst"

Volume 7, Book 62, Number 65
‏حدثنا ‏ ‏معلى بن أسد ‏ ‏حدثنا ‏ ‏وهيب ‏ ‏عن ‏ ‏هشام بن عروة ‏ ‏عن ‏ ‏أبيه ‏ ‏عن ‏ ‏عائشة
http://hadith.al-islam.com/Display/Disp ... D%CF%ED%CB
hadatsnaa mu'allii bin asad telah bercerita kepadaku wahiib 'an hisyaam bin urwah 'an abiihi
Telah bercerita kepadaku Mu'allii bin Asad telah bercerita kepadaku Wahib dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya (Urwah) dari 'Aisyah: ....dst"

Volume 7, Book 62, Number 88:

ثنا ‏ ‏قبيصة بن عقبة ‏ ‏حدثنا ‏ ‏سفيان ‏ ‏عن ‏ ‏هشام بن عروة ‏ ‏عن ‏ ‏عروة

hadatsnaa qobiidhah bin 'uqbah hadatsnaa sufyaan 'an hisyaam bin 'urwah 'an 'urwah

http://hadith.al-islam.com/Display/Disp ... D%CF%ED%CB

Telah bercerita kepadaku Qabidhah bin Uqbah telah bercerita kepadaku Sufyan dari Hisyam bin Urwah dari (Urwah) : Nabi SAW telah mengawini Aisyah .....dst

HR Muslim Book 008, Number 3309:

‏حدثنا ‏ ‏أبو كريب محمد بن العلاء ‏ ‏حدثنا ‏ ‏أبو أسامة ‏ ‏ح ‏ ‏و حدثنا ‏ ‏أبو بكر بن أبي شيبة ‏ ‏قال ‏ ‏وجدت في كتابي ‏ ‏عن ‏ ‏أبي أسامة ‏ ‏عن ‏ ‏هشام ‏ ‏عن ‏ ‏أبيه ‏ ‏عن ‏
‏عائشة ‏ ‏قالت

http://hadith.al-islam.com/Display/Disp ... D%CF%ED%CB

hadatsnaa abuu kuraib muhammad bin al-ilaa' hadatsnaa abuu usaamah wa hadatsnaa abu bakr bin abii syaibah qoola wajadat fii kitaabii 'an abii usamah an hiyaam 'an abiihi

Telah bercerita kepadaku Abu Kuraib Muhammad bin 'Ilaaq telah bercerita kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah kudapati dalam kitabku dari Abu 'Usamah, dari Hisyam dari ayahnya (Urwah) dari Aisyah berkata beliau: ....dst

Book 008, Number 3310:
و حدثنا ‏ ‏يحيى بن يحيى ‏ ‏أخبرنا ‏ ‏أبو معاوية ‏ ‏عن ‏ ‏هشام بن عروة ‏ ‏ح ‏ ‏و حدثنا ‏ ‏ابن نمير ‏ ‏واللفظ له ‏ ‏حدثنا ‏ ‏عبدة هو ابن سليمان ‏ ‏عن ‏ ‏هشام ‏ ‏عن ‏ ‏أبيه ‏ ‏عن ‏ ‏عائشة ‏ ‏قالت ‏ ‏تزوجني

http://hadith.al-islam.com/Display/Disp ... D%CF%ED%CB

wa hadatsnaa yahyaa bin yahyaa akhbarnaa abuu mu'aawiyah 'an hisyaam bin 'urwah wa hadatsnaa ibn namiir wa allafatho lahuu hadatsnaa 'abdah huwa ibn sulaiman 'an hisyaam 'an abiihi

Telah bercerita kepadaku Yahya bin Yahya telah mengabarkan padaku Abu Muawiyah dari Hisyam bin Urwah dan mengabarkan padaku Ibnu Namiir dan lafath yang dimilikinya mengabarkan padaku Abdah dia Ibnu Sulaiman dari Hisyam dari ayahnya (Urwah) dari Aisyah berkata beliau:...dst

Book 008, Number 3311:

‏و حدثنا ‏ ‏عبد بن حميد ‏ ‏أخبرنا ‏ ‏عبد الرزاق ‏ ‏أخبرنا ‏ ‏معمر ‏ ‏عن ‏ ‏الزهري ‏ ‏عن ‏ ‏عروة ‏ ‏عن ‏ ‏عائشة ‏

wa hadatsnaa abd bin hamiid akhbarnaa 'abdurrozaaq akhbarnaa mu'ammar 'an azzaharii 'an 'urwah 'an 'aisyah...

http://hadith.al-islam.com/Display/Disp ... D%CF%ED%CB

Telah bercerita kepadaku 'Abd bin Hamid telah mengabarkan padaku 'Abdurrazaaq mengabarkan padaku Mu'ammar dari Az Zahari dari Urwah. dari Aisyah:.......dst

Sunan Abu Dawud
Book 41, Number 4915:

‏حدثنا ‏ ‏مسدد ‏ ‏حدثنا ‏ ‏حماد ‏ ‏عن ‏ ‏هشام بن عروة ‏ ‏عن ‏ ‏أبيه ‏ ‏عن ‏ ‏عائشة ‏ ‏قالت ‏


http://hadith.al-islam.com/Display/Disp ... D%CF%ED%CB

hadatsnaa misdad hadatsnaa hamaada 'an hisyaam bin 'urwah 'an abiihi 'an 'aisyah qoolat dst.

Telah bercerita kepadaku Misdad telah bercerita kepadaku Hamada dari Hisyam dari ayahnya (Urwah) dari Aisyah berkata beliau: dst


Tercatat sangat kuat sampai kepada Urwah.
Apakah tidak ada orang lain yang mendengar cerita itu langsung dari Aisyah RA, apakah perkawinan Aisyah hanya disaksikan oleh satu orang penyaksi yang meriwayatkan perkawinan itu?
User avatar
id amor
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 2544
Joined: 2007 12 21, 11:39

Postby Montir Kepala » 2008 02 29, 3:05

dan ini perlu dipetimbangkan :

menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : " Hisham sangatbisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq "
( Tehzi'bu'l-tehzi'b, Ibn Hajar Al-`asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50 ).
J. Diven Port:“Dr segi keindahan & kebaikan watak & prilaku, Muhammad memiliki keistimewaan yg sgt tinggi. Mrk yg tdk memiliki watak-2 spt inilah yg memandang beliau sbg sesuatu yg tak bernilai.
"Bantulah yg tertindas, Bimbinglah yg Sesat" (Muhammad)
"Sayangi yg di Bumi, Kau akan disayang yg di langit" (Muhammad)

Ref. Islam nice tlng sumbang
User avatar
Montir Kepala
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1339
Joined: 2007 10 10, 2:37

Next

Return to Muhammad

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests




eXTReMe Tracker