Agnostic1986 wrote:luv_nice wrote:Bagaimana disebut klaim sepihak jika hal itu dilihat dan dinyatakan oleh banyak pihak?
karena tidak ada bukti.
Wah sampeyan belum tahu ya, kesaksian itu salah satu alat bukti.
pengikut Lia eden dan bahkan pengikut2 sekte lain Juga ada yang mengaku melihat sekte mereka berbicara dengan malaikat
Berapa saksinya? Kalau cuma satu orang untuk satu kejadian, itu klaim namanya.
Lia eden juga di akui dan yg menjadi saksi bukan cuman 1 orang. Begitupun dengan sekte2 aliran2 lain.
Sebutkan secara spesifik gimana kesaksian pengikut lia eden.
Untuk kesaksian Islam, silakan bawa ke sini:
pa yg dipersaksikan oleh sahabat2 muhammad?
Apa mereka mendengar kata2 yg sama yg didiktekan oleh jibril kepeda muhammad???
Apa mereka tahu bahwa yg menjumpai muhammad adalah benar2 jibril sang malaikat???
klaim bisa kesaksian baik 1 orang atau lebih tanpa bukti. Contoh 1 kampung bersaksi bukan Si A pembunuh si B tapi kenyataan tidak ada bukti2 yg mendukung malah bukti2 mengarah si A sebagai tersangka. Itu namanya klaim. Kecuali ada bukti dari berbagai tempat.
Kalau memang membunuh, tidak mungkin satu kampung berbohong semua.
Pasti akan ada kesaksian yg sebaliknya.
Maka gugurnya sebuah kesaksian bisa terjadi jika ada kesaksian yg sebaliknya.
oke. Saya pakai keluarga saya saja ya sebagai contoh. saya, ibu dan bapak saya bersaksi bahwa kakek saya pernah berbicara dengan malaikat dan isi pembicaraannya mengatakan kalau kakek saya adalah Utusan Tuhan. Dah ada 3 orang saksi. Jadi bukan klaim kan?
Contoh riil atau contoh fiktif itu mas?
Kesaksian tidak bisa fiktif mas.
Yang saya tanyakan adalah kesaksian pengikut lia eden dan pengikut muhammad. Dua hal yg sejak semula sampeyan jadikan bahan.
loh kok nanya saya yg agnostik. Kan anda yg percaya penuh Tuhan ada. Ya harusnya anda yg menyebutkan kriteri nya kenapa anda menganggap yesus sebagai Tuhan.
Kan sampeyan yg menghakimi dgn berkata:
bahkan anda mengamini Yesus sebagai Tuhan tanpa pernah melihat sendiri sosok atau bukti kalau Yesus itu termasuk kriteria Tuhan.
Penilaian semacam itu harus keluar dr pikiran org yg sdh paham krteria Tuhan itu seperti apa.
Kalau sampeyan akui sbg orang yg tidak percaya keberadaan Tuhan, ngapain juga melakukan penilaian atas kristeria Tuhan????
Sampeyan memamerkan kekonyolan sendiri dlm diskusi ini.






