Seluruh jajaran crew AFFI mengucapkan :
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa...

[Forum] [Blog]

KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Silahkan jawab semua tentang Al-Qur'an dan hadits dari forum Faithfreedom.org

Moderator: Forum Control

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby lordbalian » 2009 05 23, 9:59

apakah pernyataan ini valid? from http://www.answering-islam.org/Books/Al-Kindi/index.htm
The Quran: Materials and Mode of Collection
“Kita sampai sekarang kepada apa yang engkau hormati sebagai peganganmu, yaitu, Kitab yang engkau pegang. Argumentasimu bahwa kisah-kisah di dalamnya mengenai nabi-nabi dan al Masih membuktikan bahwa ia diwahyukan oleh Tuhan, kerena Tuanmu (Muhammad) tidak terpelajar, dan tidak mempunyai pengetahuan yang sejenis kecuali oleh jalan inspirasi. Kembali, engkau berkata bahwa tidak ada Manusia atau Akal yang dapat memproduksi yang seperti itu;dan, ‘Bila engakau tidak yakin mengenai yang Kami wahyukan kepada hambaku, maka bawa sebuah Sura yang begini, dan panggil para saksi selain daripada Tuhan, bila engkau menusia sejati.’ (Sura 2.23) Dan, kembali, ‘Bila Kami menurunkan Quran ini ke sebuah gunung, engkau akan melihat ia tunduk , dan terpecah berkeping-keping, kerena ketakutan akan Tuhan” (Sura 59.21); dan bagaikan curahan. Ini dalam pandanganmu bukti utama dari klaim Tuanmu, kedudukannya sama dengan mukjizat Laut Merah, Matahari yang berhenti, Kebangkitan Orang Mati, dan keajaiban yang lain yang dibuat oleh nabi-nabi masa lampau dan al Masih. Dan, demi hidupku ! argumentasi ini memperdaya banyak orang. Tetapi ini adalah sebuah dalih yang keropos dan lemah. Jawabannya dekat, dan tidak jauh, seperti aku akan perlihatkan kepadamu. Penyingkapan barangkali terasa pahit, tetapi ini akan lebih menyehatkan akhirnya.” Kisahnya secara ringkas seperti ini. *) “ Sergius (Bahira), seorang rahib Nestorian, dikucilkan kerena pelanggaran tertentu. Untuk menebus dosanya, dia berangkat dalam sebuah misi ke Arabia, dan mencapai Mekkah, yangmana dia menemukan ditinggali oleh Yahudi dan penyembah berhala. Di sana dia bertemu dengan Muhammad, dengan siapa dia berbicara akrab, dan membujuknya, sesudah itu diajarkan kepercayaan Nestorius, untuk meninggalkan kekafiran, dan menjadi muridnya. Ini, sementara ini menambah kebencian orang-orang Yahudi, juga menyebabkan sebutan yang menguntungkan bagi Nasrani dalam Quran, yaitu, bahwa ‘mereka lebih dekat bagi orang percaya dalam persahabatan;dan kerena diantara mereka ada pendeta dan rahib, dan kerena mereka tidak sombong.’ Dan sehingga menjadi makmur, dan kepercayan Nasrani paling dekat diadopsi oleh Muhammad, ketika Sergius mati. Setelah itu dua orang dokter Yahudi, Abdallah dan Kab, mengambil kesempatan, dan mengambil hati Tuanmu, menyatakan dengan curang untuk berbagi pandangan dan menjadi pengikutnya. Dengan begitu mereka menyembunyikan tujuan dan menunggu saat mereka.

Foot note :
*) Penyimpangan yang panjang tentang Quran sangat kuat diwarnai oleh tradisi Abbasside dan Alyite. Banyak darinya cuman kisah romans, tidak bertumpu pada bukti histories, Tetapi ini tidak dapat disangkal semacam kisah popular di istana Al Mamun ( dimana tiap argumentasi yang menantang keabadian Quran akan diterima baik); dan , tentu saja , Penulis kita disana sini menyiratkannya sebanyak mungkin.

Saat kematian Nabi, ketika Aly menjaga jarak dan menolak bersumpah setia kepada Abu Bekr, dua orang Yahudi menjebaknya, dan mencoba untuk membujuk dia mengambil tugas kenabian, yang mana mereka mengumumkan dia pantas, dan berjanji mengajar dia . seperti Sergius mengajar Muhammad. Aly, masih muda dan tidak berpengalaman, mendengarkan mereka, dan diajar secara rahasia. Sebelum mereka mencapai secara penuh tujuan mereka, Abu Bekr mendengar ini dan meminta Aly, yang menemukan perlawanan sia-sia, meninggalkan tuntuan yang ambisiusnya. Tetapi para Yahudi telah sukses dalam merusakkan text Quran yang Muhammad tinggalkan di tangan Aly, yakni yang didasarkan atas Injil. Kemudian kedua yahudi ini menyisipkan Quran dengan kisah-kisah Perjanjian Lama, dan bagian-bagian hukum Musa, dan memperkenalkan kutipan itu seperti ini : --“ Dan orang-orang Yahudi berkata, orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan, dan orang-orang Nasrani berkata, orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan, padahal mereka membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.’ (Sura 2.113) Kerenanya juga timbul inkonsistensi dalam Quran. Kutipan-kutipan yang diambil dari satu sumber berbeda dengan sumber lainnya; seperti dalam pasal-pasal , Lebah, Semut, Laba-Laba. Sekarang ketika Aly putus asa menggantikan kedudukan Khalifah, dia pada akhirnya menampilkan dirinya di depan Abu Bekr, empat puluh hari (beberapa berkata enam bulan) sesudah kematian Nabi. saat dia bersumpah setia kepada abu Bekr sebagai Khalifah, Abu Bekr berkata kepadanya, ‘ O Abu Hasan mengapa menunda begitu lama ?’ Dia menjawab,’Aku sibuk mengumpulkan Kitab Tuhan, yang mana Nabi menyerahkankannya kepada pengawasanku. ‘ Pikirkan, Temanku, apa yang dimaksud dengan kesibukan dia dalam mengumpulkan Kitab Allah’? Engkau mengetahui bagaimana tyrani Hajjaj ‘mengumpulkan’ lembaran Quran, dan menghilangkan banyak darinya. Ah, sipenipu ! Kitab Allah tidak ‘dikumpulkan’ maupun bagian-bagiannya dapat hilang. Engkau, dan bujuk rayumu, tahu dan mengakui apapun yang aku katakan, yang seluruhnya diambil dari tradisi mu yang setiap dari engkau menyetujui. Menurut beberapa otoritas salinan pertama Quran dibiarkan dalam tangan Quraish; dan Aly, ketika dia berkuasa, memerintahkan untuk mengontrol kalau-kalau dirusakkan dengan penambahan atau pengurangan; dan ini adalah salinan yang cocok dengan Injil yang disampaikan kepada Muhammad oleh Sergius. *) Sekarang ketika Aly berbicara kepada Abu Bekr, seperti tertulis diatas, itu dalam rangka merepresentasikan potongan-potongan dan bagian-bagian Quran yang bersama mereka seperti halnya juga yang bersama dengan Aly; dan kemudian disetujui untuk megumpulkan seluruhnya dari setiap penjuru bersama-sama. Maka mereka mengumpulkan berbagai bagian dari ingatan para individu (seperti Sura Barat, yang mereka tulis pada dialek Arab tertentu dari gurun), dan bagian-bagian yang lain dari orang yang berbeda, dan dari kedutaan-kedutaan dan perwakilan yang dikunjungi Nabi; di samping yang disalin dari lempengan-lempengan batu, daun palem, dan tulang bahu, dan begitulah. Itu bukan pemgumpulan yang pertama dalam sebuah jilid, tetapi masih dalam lembaran-lembaran terpisah,--judul-judul dibuat menurut cara Yahudi – sebuah akal muslihat cerdik dari mereka.

Foot note :
*)Penulis kita mengatakan disini bahwa Sergius (rahib Bahira) dipanggil oleh para Sahabat “Jibril,” dan sewaktu-waktu “Roh Mukmin,” sebutan untuk Malaikat yang menurunkan Quran kepada Muhammad.

“Kemudian orang-orang jatuh ke perbedaan dalam bacaan mereka. Beberapa membaca versi Aly ( dan mereka mengikuti sama sampai sekarang); beberapa membaca menurut koleksi yang kita sebutkan.Yang lain membaca menurut bacaan Arab gurun, yang dalam kebodohannya membuat perubahan dan tambahan. Segolongan membaca menurut text Ibn Masud, mengikuti perkataan Tuanmu, --'Siapapun akan memlafal Quran dalam kemurniannya dan semangatnya ,biarlah dia melafal seperti Ibn Omm Mabad.’;dan dia mengulanginya kembali kepadanya (Muhammad) setiap tahun, dan pada tahun ia meninggal, dua kali. Dan, juga kembali, beberapa membaca menurut Obey ibn Kab, mengikuti kata-kata Tuanmu, ‘Pelafal terbaik di antaramu adalah Obey.’ Sekarang pelafalan Obey dan Ibn Masud mirip satu sama lain.

“Dengan begitu ketika Othman berkuasa, dan orang-orang dimana-mana berbeda dalam hal melafal, Aly mencari alasan-alasan untuk menuduhnya, melingkari kematiannya. Satu orang akan memlafal sebuah ayat dengan satu cara, dan orang lain cara yang lain, masing-masing berkata bahwa bahwa bacaannya lebih baik daripada tetangganya; dan ada perubahan dan sisipan, beberapa salinan lebih dan yang lain kurang. Ketika ini di represententasi kepada Othman, dan bahaya timbulnya perpecahan, perselisihan dan murtad, dia setelah itu memerintahkan untuk mengumpulkan bersama seluruh lembaran dan potongan-potongan yang dia bisa, bersama dengan salinan yang ditulis pertama kali. Tetapi mereka tidak mengganggu yang ada di tangan Aly, atau yang mengikuti bacaannya. Obey meninggal waktu itu. Perihal Ibn Masud, mereka menuntut salinannya, tetapi dia menolak untuk memberikannya, dan maka Abu Musa diangkat gubernur Kufa dikamarnya. Kemudian mereka memerintahkan Zeid ibn Thabit, dan dengan Abdallah ibn Abbas (yang lain bilang Mohammed, anak Abu Bekr), untuk merevisi dan mengkoreksi text, menghapuskan seluruh yang korup. Adapun kedua-duanya masih muda dan mereka diinstruksikan, ketika mereka berbeda dalam bacaan manapun, kata, atau nama, untuk mengikuti dialek Quraish. Pada banyak point mereka berbeda. Sebagai contoh, Zeid menulis Tabuh, dan Ibn Abbas Tabut. Ketika resensi selesai, empat salinan ditulis dalam text yang besar, dan satu dikirim ke Mekkah, dan yang lain ke Medinah. Ketiga dikirim ke Syria, dan sampai hari ini di Malatia (Melitene). Salinan untuk Mekkah masih di sana sampai kota diserang oleh Abu Saraya ( yaitu, terakhir kali Kaaba di bungkus, AH 200); dia tidak membawanya; tetapi barangkali terbakar pada kebakaran besar. Salinan Medina hilang dalam rejim terror, yaitu, pada hari Yezîd ibn Muâvia. Salinan ke empat di simpan di Kufa, kemudian pusat Islam dan rumah para Sahabat Nabi. Orang berkata bahwa salinan ini masih ada di sana; tetapi ini bukan kasus, kerena ini hilang pada huru hara Mukhtar.

“Sesudah apa ya kami ceritakan di atas, Othman menarik seluruh lembaran-lembaran dan salinan terdahulu dan menghancurkan mereka, mengancam siapapun yang memegang bagian manapun untuk mengembalikan, dan maka hanya beberapa serakan tertinggal, tersembunyi di sini dan di sana, selamat. Tidak ada yang tersisa untuk memperlihatkan inskonsistensi yang diketahui ada. Dikatakan sebagai contoh bahwa Sura Nur lebih panjang dari Sura Bacr, dan Sura Ahzab dirusakkan dan tidak komplit; juga pada awalnya tidak ada pembagian antara Sura Barat dan Sura Anfal, dan oleh sebab itu kita lihat judul yang tetap. Demi nama Allah yang maha Pengasih, tidak ada di yang terdahulu. Sama adalah kasus dua Sura Mantera, *) yang Ibn Masud berkata ketika mereka menempatkan di Quran : Ditambahkan bukan disitu yang bukan disini. Dan kemudian ada perkataan Omar yang berasal dari mimbar ( Mesjid Agung Medina), ‘ Biarkan tidak ada seorangpun berkata bahwa Ayat Rajam tidak dalam Kitab Allah; yang sesungguhnya aku sendiri mambaca, Laki-laki dan wanita yang melakukan perzinahan, keduanya akan dirajam sampai mati; dan bila adalah bukan orang orang itu barangkali dikatakan, “ Omar menambahkan kepada Quran yang tidak ada di dalamnya,” Aku ingin menyisipkan yang sama dengan tanganku sendiri. Seperti pada penutup perkataan yang lain :’Sesungguhnya aku tahu tidak setiap orang berkata Peraturan kawin sementara (Al Mutah) tidak ada dalam Buku Tuhan, tentu saja, aku sendiri membacanya; dan sesungguhnya banyak isi Quran yang dibuang.’ Namun lebih lanjut, Omar berkata : “ Tuhan berminat bersepakat dengan ramah kepada ummat manusia, dan sesungguhnya dia mengirim Muhammad dengan akidah yang luas dan menyeluruh.’

Foot note :
*) Dua Sura terakhir, masing-masing hanya sebaris.

“ Dan Obey ibn Kab berkata ada dua Sura yang dia lafal (sebagai bagian Quran): Al Canut dan Al Witr; yang isinya : O Tuhan, kami meminta pada engkau untuk pertolongan dan pengampunan dan bimbingan, dan kami percaya kepadamu dan taruh iman kami kepadamu,’dan begitu seterusnya sampai akhir Al Witr. Ini dia katakana menyangkut kumpulan yang pertama, yang tidak lagi eksis.

“ Kembali, mengenai peraturan pernikahan sementara (Al Mutah), yang sama, Aly menyebabkan ayat-ayat tentangnya seluruhnya dikeluarkan. Mereka berkata bahwa semasa Khalifah, ia mendengar seseorang melafal ayat ini, dan mencambuknya untuk hal yang sama, dan melarang mengulanginya lebih lanjut. Dan ini adalah salah satu dari hal-hal yang menyebabkan Ayesha mencela Aly sesudah pertempuran Unta, ketika dia beristirahat di rumah Ibn Khalaf (at Bussora); di antara semua hal yang lain, dia berkata bahwa Aly memukul orang-orang dalam masalah Quran, dan melarang kutipan-kutipan tertentu, dan merusakkan isi tulisan. Lebih jauh, Ibn Masud menyimpan salinannya dalam tangannya sendiri, dan diwariskan kepada anak cucunya, sebagaimana hari ini; dan demikian juga koleksi Aly diturunkan kepada keluarganya.

“Kemudian mengikuti sepak terjang Hajjaj ibn Yusuf, yang mengumpulkan bersama setiap salinan tunggal yang dapat ia pegang, dan menyebabkan dikeluarkannya dalam teks banyak sekali kutipan. Di antaranya, mereka berkata, adalah ayat –ayat mengenai Rumah Omeyya dengan judul-judul tertentu, dan mengenai Rumah Abbas juga dengan judul-judul. Enam salinan teks dengan demikian direvisi sebelum disebarkan ke Mesir, Syria, Median, Mekkah, Kufa, dan Bussora. Sesudah itu dia menarik kembali dan menghancurkan seluruh salinan terdahulu, bahkan waktu Othman kerjakan sebelumnya.

“ Dan sebagai akibat dari semua ini adalah jelas untukmu yang membaca Kitab Suci, dan melihat bagaimana sejarah kitabmu seluruhnya dicampur aduk bersama dan dikombinasikan; sebuah bukti bahwa banyak tangan-tangan yang bekerja, dan menyebabkan inkonsistensi, penambahan dan pengurangan.
lordbalian
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 23
Joined: 2009 05 22, 11:08

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby dewaSalah » 2009 06 05, 11:14

dewaSalah
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 1
Joined: 2008 10 21, 9:57

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby vanmassena » 2009 08 09, 9:15

[quote="gaston31"]http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=20422&highlight=&sid=500ce794a3234086d531fd0aec914062
Alquran adalah buatan manusia, bukan buatan Allah yang maha sempurna.
Dengan kesempurnaan Allah, mustahil membuat kesalahan dalam susunan kata dan tata bahasa dalam sebuah bentuk kalimat yang serupa satu sama lain.

Alquran di klaim oleh penganut ajaran Islam sebagai sebuah kitab yang sempurna dan terjaga dari awal hingga akhir, kita akan mulai membahas beberapa ayat yang memiliki susunan yang serupa, dalam surat yang berbeda, yang membuktikan bagaimana sang “Allah” salah dalam ber-tata bahasa Arab, mari kita mulai dari yang pertama:

Saya akan tuliskan bentuk kalimat per kalimat agar mudah di pahami.

KITA BACA

Surah Al Maeda ayat 69

إِنَّ

الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى

مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وعَمِلَ صَالِحًا فَلاَ خَوْفٌ

عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ


Ayat di atas tidak salah dari segi grammar bhs Arab, justru Allah ingin memperlihatkan bhwa bhs arab luas.....jadi pada ayat diatas Allah mmberikan hukum tata bhasa lain terhadap kalimat alshabiuun. Memang secara sekilas pandang struktur tersebut menyalahi tata bhasa arab yang slalu kita pelajari, bahwa inna itu harus memansubkan kata setelahnya...tapi di sini Allah lebih jeli dari kita melalui lisan RasulNya Muhammad SAW..ada beberapa point yang harus dperhatikan disini:

1. kata-kata sebelum الصابئون yaitu الذين آمنو و الذين هادوا dalam tata bhs hukumnya mabni, karena ia فعل ماض bertemu dengan واو الجماعة maka harus mabni dengan bunyi dhomma wlaupun didahului "حرف نصب "إن.
2. Peranan huruf waw untuk menyambung satu kata dengan kata yang lain yang mempunyai hukum yang sama dalam struktur kalimat arab, yang slalu disebut sebagai حرف العطف.
3. Dalam beberapa kasus dalam bhasa arab dimana meringankan sebutan kalimat dan menjaga keindahan susunan kalimat diutamakan, jadi itulah yang terjadi pada kalimat الصابؤون, kata ini tidak menyalahi tata bahasa arab yang benar, akan tetapi struktur ini memberikan bukti keindahan bhasa al-Quran. coba kita lihat kembali bunyi ayat diatas, maka kita dpatkan (إن الذين آمنوا و الذين هادوا و الصابئون), ianya lebih mudah diucapkan oleh lidah dan lebih indah, dan tidak menyalahi grammar bhasa arab, karena jelas2 ianya ma'thuf ke kata sebelumnya yaitu mengikuti hukum mabninya, sebagai alternatif dari hukum nasb yang juga benar, jadi disini peranan إن tidak kelihatan karena الصابؤون معطوف على الذين آمنوا و الذين هادوا, artinya ashabiuuna mengikuti hukum mabni kata2 seblumnya.
vanmassena
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 2
Joined: 2009 08 09, 3:52

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby filsufsufi » 2009 08 15, 1:48

@Lord,
lord wrote:apakah pernyataan ini valid?
tentu aje gak valid..moso' kitab suci dibantah cuma dgn ASUMSI praduga dari sejarah yg gak jelas sumbernye...

@Van,
jadi permasalahannye dimane? klo cuman dari ilmu sastra Arab, bahasa sastra itu ampe bumi berujung juga gak bakal rampung kerna selalu berevolusi, beda dgn bahasa al-Qur'an, yg sekarang ini aje bahasa Arab Quran itu ame orang Arab sendiri banyak makna yg mereka kagak ngerti kecuali bg yg belajar bhs Arab-Qur'an, dan perlu ente ketahui bahwa kaidah2 bahasa Arab yg baru netes itu sebagian terilhami oleh Qur'an

Memang kaidah2 bahasa Arab dibikin, tapi banyak yg ada tambahan kata2: "kecuali", itu artinya kaidah2 itu gak absolut, Nah...bahasa Qu'ran yg ente kutip diatas adalah salah satu contoh pengecualian2 dari kaidah2 yg sudah ada.
filsufsufi
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1156
Joined: 2007 12 11, 9:31

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby vanmassena » 2009 08 19, 4:03

Hai filsufsufi!


lha kok sejarah gitu lho, skrang kita bicara mengenai grammar bhasa arab yang unik dari bhasa2 lain, kalau bicara grammar, berarti bicara tentang hukum struktur bhasa, justru ana tidak mau mempertanyakan permasalahannya mana dari tulisan ana yang ente tanggapi, tapi ana memberikan jawaban kpada orang yang menuduh kalau الصابؤون dlam ayat tersebut slah dari sudut pandang tata bhasa arab, shingga seenaknya menuduh Quran mempunyai kesalahan dari segi tatabahasa...

Kalau ente bilang banyak pengecualian yang terjadi dalam alQuran, sebenarnya itu bukan pengecualian dalam bidang apa saja yang Quran bicarakan, dan otak kita tidak bisa mencerna dan menerimanya, itu sebenarnya hakikat yang sebanding lurus dengan akal manusia yang sehat yang mau mencari kebenaran, tapi bukan orang2 yang seenaknya menklaim kebenaran menurut pandangan yang dangkal, atau orang berpikiran jumud tidak mau menggali kebenaran Quran, jadi kita ini ummat ditengah2, bukan ekstrem kiri dan juga bukan kanan, tpi justru kita bisa menghukumi apa yang orang ekstrim kiri atw kanan perkatakn.

contoh, Quran sudah jauh2 hari telah menteorikan kejadian alam raya dengan teori bigbang, tapi baru beberapa tahun terakhir ini science menggunakan teori bigbang untuk menjelaskan pembentukan alam raya. Apakah ini pengecualian, yang tidak boleh ditanya keabsahannya, bukan saudara, cuma pada tahap tertentu otak manusia blom sampai disitu, tentunya dengan Hidayah Allah. Adapun klau otak kita tidak bisa mencernanya kita imani sajalah, sebab kita percaya bahwa Allah tidak akan berkalam melalui Quran hanya untuk kesia-siaan, sampai suatu saat nanti satu research, experimen dll membuktikan kebenaran Quran, jadi beruntung menjadi seorang Muslim karena kita sudah ada petunjuk untuk melakukan penggalian jati diri dan alam ini.

contoh lain, sudah jauh2 hari Quran bilang kalau firaun yang memusuhi nabi Musa itu tenggelam di laut merah, eeeehhh baru beberapa tahun yang lalu seorang arkeolog prancis (Morris Bokhai: minta maaf kalau spellingnya salah) membuktikan kebenaran Quran melalui researchnya, dan ia pun memeluk Islam.

Jadi apa yang diungkapkan Quran, apa pun bentuknya, menurut pendapat ana bukan pengecualian dari akal manusia, tapi sebagai lahan buat manusia untuk berpikir kreatif.....
vanmassena
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 2
Joined: 2009 08 09, 3:52

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby filsufsufi » 2009 08 19, 4:46

Maaf bro Van ini sape yg ngomong :
sang “Allah” salah dalam ber-tata bahasa Arab
kalimat ini yg sy sanggah diatas, semua ahli sastra pun mengakui ketinggian bahasa al-Qur'an..jadi bukan Quran yg salah dalam ber-tata bahasa Arab, tetapi sastra bahasa Arab itu belum rampung bahkan kaidahnya yg baru netes diadopsi dari Quran
filsufsufi
Setengah Maniak
Setengah Maniak
 
Posts: 1156
Joined: 2007 12 11, 9:31

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby Pencari Tuhan » 2009 09 05, 10:38

wakakakaka......
lucu si Hilman ini....

gw dah dari umur 5 thun sampe sekarang baru denger ada surat Al Maeda :loll: :loll: :loll: :loll: :loll: :loll: :loll: :loll:
yang ada tu Al maaidah kale..
gw jadi males baca postingannya lage.....
User avatar
Pencari Tuhan
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 41
Joined: 2008 11 19, 8:56

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby tarik_ulur » 2009 10 27, 9:13

saya udah baca thread ini, sebagai seorang yang alhamdulillah bisa baca ALQURAN, sama dengan @atas, saya selalu baca ALQURAN dari kecil, saya sudah buktikan bahwa hilman tdk pande baca ALQURAN dengan benar, terbukti Hilman berbohong
tarik_ulur
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 15
Joined: 2009 10 02, 12:37

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby Dewe » 2009 11 10, 9:59

Untuk Bang Hilman

Sepertinya bang Hilman ini sangat ahli dalam bahasa arab. Andaikata anda memang ahli dalam bahasa Arab. coba buka surat Al Baqarah. Dan baca ayat pertamanya. Tolong anda artikan ayat pertama itu. klo susah mendapatinya ini saya kasih :

Image

1. Alif laam miim. (QS. 2:1)
Katakanlah: "Wahai orang-orang kafir,Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah.Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku".
QS. al-Kafirun (109) : 1-6
Dewe
Pengen tahu
Pengen tahu
 
Posts: 117
Joined: 2009 09 08, 10:53

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby tarik_ulur » 2009 11 16, 12:17

bang hillman mau belajar dulu, seandainya udah pande dan datang lagi kesini, saya tetap akan menganggapnya sebagai pembohon, karena sy sdh membmuktikannya. post nya fitnah belaka
tarik_ulur
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 15
Joined: 2009 10 02, 12:37

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby n'DhiK » 2010 02 05, 2:58

:lol: :lol:

bener kata bung dark, Hillman yang ngomong "Al-Qur'an penyesat" tetapi memakai kata "Isa" untuk memanggil tuhannya.. ckckck,

tidak ada satupun Kristen Arab yang memanggil "Yesus" dengan kata "Isa" (عسى), tetapi "Yasu" (يسوع).. silahkan cari di Alkitab Bahasa 'Arab kata "Isa", yang ada "Yasu" dalam memanggil Yesus... :hypnotize: :hypnotize:

bung Hillman ini jangankan bisa Bahasa 'Arab, membaca aksara 'Arab aja kaga bisa, ane pernah nguji dia di FFI dulu, cara transliterasinya kayak di atas "alsabiooena waalnnasara" :lol: :lol:

padahal lebih gampang kalo begini "ashshaabi'uuna wan nashaaraa"... :mrgreen: :mrgreen:

memang sih transliterasi umum mirip-mirip begitu, tapi di lidah kita kan yang seperti ini...
kata Kristen: "Allah tidak perlu dibela, tidak seperti Muslim yang Allah-nya lumpuh perlu dibela"

lalu apakah ini bukan pembelaan? ===>>> Sarapan Pagi: Jawaban Atas Kontradiksi Alkitab

jika ente bilang bukan pembelaan, silahkan cek buktinya bahwa ini adalah pembelaan di sini ===>>> Tanggapan Atas Jawaban Kontradiksi Alkitab Sarapan Pagi
User avatar
n'DhiK
Ketagihan
Ketagihan
 
Posts: 978
Joined: 2008 10 22, 1:37
Location: Dari Jakarta Hingga Ke Makkah

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby onet » 2010 02 21, 1:43

ass...saran saja buat moderator..kalau ada nyang ngaku ahli n pakar dalam mengutak atik Al Quran atawa Islam suruh tulis dulu CV nya,biar kelihatan ke pakarannya jgn sampai kepentok kusir domba spt H(hilman) tunjukan data2 pernah kuliah di Kairo.. sy yakin hilman paling banter cuma bisa nunjukin karcis keamanan buka warteg di pinggir jalan Kairo :laugh: :laugh: :laugh: sambil ngincengin mahasiswa disana buat nyopet buku pelajarannya.....biar debatnya seru, ama kusir domba mah ..boring ...bgm netter yg lain SETUJU!!!..kresten menjawab: :evil: mbeek... :evil: mbeek (noo..nooo)................wss
onet
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 32
Joined: 2009 09 11, 10:28

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby zeustars » 2010 04 03, 11:00

KEPADA : PENULIS THREAD
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 0aec914062


Tulisan anda mengenai KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QUR'AAN, sungguh memalukan, dari keterangan anda dengan contoh ayat-ayat Qur,aan sangatlah terlihat bahwa anda bukanlah seorang Ahli tata bahasa Arab,

anda sama sekali tidak menguasai ILMU NAHWU WASSHARF
,

Anda ingin mencoba membingungkan orang-orang muslim yang tidak mengerti tata bahasa Arab, anda sangat pintar sekali dalam mengecoh kaum Muslimiin, anda sangat mengetahui sekali cara memprovokasi kebingungan kaum Muslimiin, karena anda sangat tau bahwa orang-orang Islam 85 % tidak menguasai tata bahasa Arab, mereka hanya mengetahui terjemahannya saja,

jadi anda mencoba untuk mempropaganda kepada yang tidak mengerti bahasa Arab agar mereka mengira Al Qur'aan wahyu Allah itu seolah-olah ciptaan manusia. sungguh anda sangat keliru !!!.

Saya undang anda untuk hadir membahas GRAMMAR tata bahasa Arab jika anda bersedia, mari kita buktikan didepan forum terbuka, apakah anda menguasai tata bahasa Arab atau tidak.

Jika nanti ternyata keterangan anda salah dan anda termasuk orang yang tidak mengerti tata bahasa Arab, anda harus mempertanggung jawabkan pernyataan anda sama seperti halnya si : SALMAN RUSYDIE.

Saya sarankan anda untuk belajar Grammar Bahasa Arab dengan baik dan benar.

Thanks,

Zeustars.
Last edited by zeustars on 2010 04 04, 3:07, edited 7 times in total.
zeustars
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 25
Joined: 2010 03 11, 11:20

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby pakne_ayyub » 2010 04 04, 12:17

zeustars wrote:To : gaston 31.

Tulisan anda mengenai KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QUR'AAN, sungguh memalukan, dari keterangan anda dengan contoh ayat-ayat Qur,aan sangatlah terlihat bahwa anda bukanlah seorang Ahli tata bahasa Arab,

anda sama sekali tidak menguasai ILMU NAHWU WASSHARF
,

Anda ingin mencoba membingungkan orang-orang muslim yang tidak mengerti tata bahasa Arab, anda sangat pintar sekali dalam mengecoh kaum Muslimiin, anda sangat mengetahui sekali cara memprovokasi kebingungan kaum Muslimiin, karena anda sangat tau bahwa orang-orang Islam 85 % tidak menguasai tata bahasa Arab, mereka hanya mengetahui terjemahannya saja,

jadi anda mencoba untuk mempropaganda kepada yang tidak mengerti bahasa Arab agar mereka mengira Al Qur'aan wahyu Allah itu seolah-olah ciptaan manusia, anda keliru gaston !!!.

Saya undang anda untuk hadir membahas GRAMMAR tata bahasa Arab jika anda bersedia, mari kita buktikan didepan forum terbuka, apakah anda menguasai tata bahasa Arab atau tidak.

Jika nanti ternyata keterangan anda salah dan anda termasuk orang yang tidak mengerti tata bahasa Arab, anda harus mempertanggung jawabkan pernyataan anda sama seperti halnya si : SALMAN RUSYDIE.

Saya sarankan anda untuk belajar Grammar Bahasa Arab dengan baik dan benar.

Thanks,

Zeustars.


mas zeus ini salah paham mungkin, mas gaston muslim lho, dia hanya membawa thread dari ffi ke affi
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 0aec914062

:lol: :lol: :lol:
"When you smile to your brother's face, it is charity." Muhammad SAW
User avatar
pakne_ayyub
Ketagihan
Ketagihan
 
Posts: 807
Joined: 2008 05 14, 1:58
Location: stairway to heaven

Re: KESALAHAN FATAL TATA BAHASA ARAB DALAM AL QURAN ?

Postby zeustars » 2010 04 04, 2:56

@ pakne_ayyub.

Trima kasih pakne ayyub atas pembetulan kekeliruan saya, Jazakallaahu khairon, mohon anda mengedit kembali copy tulisan saya, trimakasih.

Mohon Maaf kepada gaston31 atas kekeliruan saya menanggapi tulisan anda yang anda sadur dari Thread ffi.

Zeustars.
:sepakat:
zeustars
Mengenal
Mengenal
 
Posts: 25
Joined: 2010 03 11, 11:20

PreviousNext

Return to Al-Qur'an dan hadits

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests




eXTReMe Tracker