Page 1 of 2

Kenapa besi?

PostPosted: 2008 12 09, 9:17
by exjurig
Mudah-mudahan bukan repost.

Menurut para ahli besi adalah unsur yang tidak bisa diciptakan melalui proses-proses alamiah di bumi ini. Mungkin inilah mengapa besi mempunyai arti khusus sampai-sampai dijadikan nama surah, (kok besi?? knapa bukan emas atau perak yg lebih berharga?).

Semoga bermanfaat.

di copy paste dari
http://irfananshory.blogspot.com/2008/0 ... ilahi.html

BESI SEBAGAI AYAT ILAHI
(Suatu Tafsir Kimiawi)

oleh
IRFAN ANSHORY


“Dan Kami menurunkan besi, padanya ada kekuatan yang hebat serta berbagai manfaat untuk manusia.”
(Al-Qur’an, Surat Al-Hadid 25)

ADA SATU Surat dalam Al-Qur’an yang memakai nama logam, yaitu Surat Al-Hadid, artinya “besi”. Itulah sebabnya tepat sekali mesjid di kompleks Krakatau Steel di Cilegon bernama Masjid Al-Hadid. Siapakah di antara kita yang tidak mengenal besi? Logam yang paling populer, dengan nama Latin ferrum dan lambang kimia Fe.

Dalam Surat Al-Hadid ayat 25, Allah berfirman: wa anzalnaa l-hadiid. Meskipun kata anzal sangat jelas artinya, yaitu “menurunkan”, banyak penafsir Al-Qur’an yang ragu-ragu menerjemahkan anzal dalam ayat ini. Sebab, yang banyak dijelaskan oleh Allah dengan memakai kata anzal biasanya “air” (anzalnaa l-maa’) atau “kitab” (anzalnaa l-kitaab). Nah, sekarang besi. Kalau diterjemahkan “Dan Kami menurunkan besi”, tentu harus dijelaskan bagaimana peristiwa “turunnya” besi itu. Bukankah besi itu hasil pengolahan bijih besi dari dalam tanah, bukannya jatuh dari atas? Mengapa Allah menggunakan kata anzal (“turun”)?

Abdullah Yusuf Ali, dalam tafsirnya The Holy Qur’an, menerjemahkannya “And We sent down iron”, lalu dalam catatan kaki diterangkan: sent down, in the sense of revealed to man the use of certain things. Jadi, kata Yusuf Ali, yang diturunkan itu bukan logam besinya tetapi kegunaannya. Terjemahan Qur’an dari Departemen Agama Republik Indonesia berbunyi: “Dan Kami ciptakan besi”. Tidak berani rupanya para ulama Depag itu menerjemahkannya secara benar: “Dan Kami menurunkan besi”.

Sintesis Besi

Informasi Allah mengenai besi yang diwahyukan pada abad ke-7 baru dapat dipahami oleh para ilmuwan pada abad ke-20! Baru sekarang para ilmuwan mengetahui bahwa besi di bumi ternyata memang turun dari langit, sebab besi tercipta pada bintang-bintang melalui proses nukleosintesis. Ketika bintang-bintang itu mati (padam) lantaran kehabisan bahan bakar hidrogen, besi itu (bersama unsur-unsur yang lain) dihamburkan ke ruang angkasa.

Tatasurya kita, termasuk planet Bumi, terbentuk dari awan gas dan partikel debu sisa-sisa bintang yang menjadi rekat akibat rotasi. Unsur terbanyak yang menyusun bumi ini adalah besi yang turun dari langit! Itulah sebabnya besi disebutkan secara khusus oleh Allah SWT. Bumi kita yang bermassa 6 x 10(21) ton ini terbangun dari 35% besi (Fe), 26% oksigen (O), 13% silikon (Si), 10% magnesium (Mg), 4% nikel (Ni), dan sisanya unsur-unsur yang lain.

Bumi kita mempunyai jari-jari (radius) 6378 km. Lapisan paling atas adalah “kulit bumi” (earth’s crust) yang tipis, hanya sedalam 25-90 km di kawasan daratan dan 6-11 km di kawasan samudera. Di lapisan kulit bumi, besi (Fe) cuma unsur peringkat empat terbanyak sesudah oksigen (O), silikon (Si) dan aluminium (Al). Di bawah kulit bumi ada lapisan “selimut bumi” (earth’s mantle), kemudian paling bawah ada lapisan “pusat bumi” (earth’s core) yang berjari-jari 3470 km. Nah, pusat bumi tersusun dari 90% besi (Fe), sisana nikel (Ni) dan belerang (S).

Fungsi Besi

Apa fungsi besi di pusat bumi? Hal ini dijelaskan oleh Allah sendiri dalam kalimat selanjutnya dalam Al-Hadid 25: fiihi ba’sun syadiid (“padanya ada kekuatan yang hebat”). Besi di pusat bumi itu menimbulkan kekuatan yang hebat berupa medan magnet dan tarikan gravitasi. Bukankah kita sering menyaksikan betapa “setia”nya jarum magnet menunjuk ke utara dan ke selatan, tak bisa diputar-belokkan?

Akibat tarikan gravitasi yang besarnya sangat optimal, yaitu 9,78 m/s(2) di permukaan bumi, kita mampu berjalan dengan santai. Inilah salah satu manifestasi sifat Ar-Rahman (Maha Pengasih) dari Sang Pencipta kepada seluruh makhluk-Nya di permukaan bumi. Bayangkan jika seandainya kadar besi di pusat bumi terlampau sedikit, tentu manusia lulumpatan jiga bangkong!

Manfaat Besi

Firman Allah selanjutnya pada Al-Hadid 25: wa manaafi`u li n-naas (“serta berbagai manfaat untuk manusia”). Manfaat yang perlu disebutkan paling dahulu (sebab manusia sering lupa) adalah bahwa besi merupakan salah satu unsur yang membangun hemoglobin, protein dalam darah yang berfungsi mengikat oksigen yang kita hirup dari udara (atmosfer). Ketika oksigen masuk ke paru-paru kita, oksigen itu segera ditangkap oleh besi dalam hemoglobin, kemudian didistribusikan oleh darah ke seluruh sel-sel dalam tubuh kita untuk proses metabolisme. Jelas sekali, ternyata melalui besi Allah memelihara kelangsungan hidup kita!

Jika dalam tubuh kita ion besi (Fe2+) cuma sedikit, tentu sedikit pula kandungan hemoglobin dalam darah, dan hal ini sangat mengganggu kelancaran transportasi oksigen dalam tubuh. Inilah yang disebut iron-deficiency anemia atau “kurang darah”. Itulah sebabnya kita harus senang memakan daun singkong atau bayam yang “murah meriah” tetapi kaya akan ion besi.

Manfaat besi dalam kehidupan masyarakat banyak sudah sama-sama kita ketahui. Besi merupakan logam yang paling penting sepanjang sejarah umat manusia sejak peradaban Mesopotamia purba sampai sekarang. Tidak ada logam lain yang jumlah pemakaiannya melebihi besi. Dewasa ini besi merupakan tulang punggung peradaban modern: gedung pencakar langit, jembatan, peralatan kendaraan, senjata, alat pertanian, pipa saluran, dan segala jenis mesin. Tidaklah mengherankan jika produksi besi di seluruh dunia mencapai lebih dari satu miliar ton setiap tahun!


Besi Unsur Tengah

Ada lagi hal yang menarik mengenai Surat Al-Hadid. Ketika Surat-Surat dalam Al-Qur’an disusun oleh Nabi Muhammad SAW, Malaikat Jibril menyuruh Junjungan kita itu supaya menempatkan Surat Al-Hadid sebagai Surat tengah-tengah, yaitu Surat ke-57 dari 114 Surat!

Baru pada abad ke-20 para ilmuwan mengetahui bahwa besi ternyata memang unsur tengah-tengah. Sebagaimana telah kita bahas, bagian tengah (pusat) bumi kita tersusun oleh besi. Ketika para ilmuwan, dengan dipelopori Dmitri Ivanovich Mendeleyef, menyusun unsur-unsur kimia dalam sistem periodik, besi terletak di baris tengah (periode keempat dari tujuh periode). Dalam jajaran unsur-unsur transisi periode keempat pun, ternyata besi terletak di tengah-tengah.

Kemudian, jika kita menghitung kata “Allah” dari awal Surat Al-Hadid sampai ayat 25 (yang mengandung kata hadid), ternyata kata “Allah” muncul 26 kali, sesuai dengan nomor atom besi (jumlah proton dalam inti atom besi). Subhanallah!

Semua data dan fakta ini merupakan salah satu bukti bahwa ayat-ayat Kauni (hukum-hukum Allah di jagat raya) bersesuaian dengan ayat-ayat Qur’ani. Baik ayat Kauni maupun Qur’ani kedua-duanya merupakan Aturan dari Sang Pencipta Alam Semesta. Sungguh Maha Benar firman Allah: “Akan Kami perlihatkan kepada manusia ayat-ayat Kami di seluruh ufuk jagat raya serta dalam diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Qur’an itu benar (haqq).” (Surah Fushshilat 53).***


Note:
Pak Irfan Anshory ini adalah guru kimia saya dulu waktu masih di SMA Taruna Bakti.

PostPosted: 2008 12 09, 11:17
by Panzerfausted
SMA Taruna Bakti nu di Bandung tea?

Wah salut saya, ternyata Pak guru Irfan pny analisis seperti itu, karena dulu pas saya kuliah di Bandung ada kesan di antara anak2 muda bahwa Tarbak itu sekolah gaul yg lebih menonjolkan hura2 (padahal sepupu saya juga sekolah disitu) ... maaf kalau keliru. :oops:

Thx, artikelnya.

PostPosted: 2008 12 09, 3:57
by exjurig
Wah salut saya, ternyata Pak guru Irfan pny analisis seperti itu, karena dulu pas saya kuliah di Bandung ada kesan di antara anak2 muda bahwa Tarbak itu sekolah gaul yg lebih menonjolkan hura2 (padahal sepupu saya juga sekolah disitu) ... maaf kalau keliru. Embarassed


Ga sepenuhnya keliru kok, yah kenyataannya memang begitu, namanya juga anak SMA.

PostPosted: 2008 12 11, 5:35
by logisdanurani
Subhanallah
Assalamualaikum mas exjurig dan mas panzerfausted
(salam kenal)

PostPosted: 2008 12 11, 6:52
by Gunji Otaku
Kalau Pak Irfan sih memang pakar yang capable di bidangnya...


Hehehe...

Pasti ntar timbul pertanyaan lagi...

Kenapa musti Besi? Kenapa gak logam lain yang lebih keras? Atau sekalian Uranium yang lebih dahsyat?

Ya inilah keindahan Islam... Berlaku dari zaman dulu sampai zaman sekarang... Orang Arab taunya kan logam paling keras ya besi... dan dari zaman dulu sampai sekarang, besi itu masih nomor 1 urutan logam yang dipakai di bumi ini....

Tambah lagi ya... racauan saya... hehehe...
saya selaku pemerdalam ilmu material, semakin lama memperdalam Ilmu material makin kagum sama Allah SWT. (kebetulan saya bergerak di bidang ini)

Ilmu material itu sangat dekat dengan Agama loh!! Atom coba misalnya...
Kita bisa nebak2 bahwa Inti atom ada Neutron dan Proton... serta dikelilingi elektron...

Bisa gak kita liat atom? Gak bisa... Bakalan bisa gak kita ngeliatnya kalo kita bikin kaca yang perbesarannya sangat sangat sangat besar??? gak bisa juga.... karena cahaya itu adalah lepasan energi saat elektron bergeser... Dan mikroskop terkecil kita yaitu mikroskop elektron, itu menggunakan elektron untuk mengira-ngira susunan atom itu gimana, atomnya sendiri gak bakal keliatan...

Trus kenapa semua orang percaya sama Atom? Buktinya apa lha wong gak keliatan? gampang... IMAN!!! (guyonnya... orang material itu rukun imannya nambah 1 lagi... Iman kepada ATOM)...

Karena atom... ada elektron, proton dan netron... kita bisa liat ada reaksi antar atom... membentuk zat baru... molekul baru... Reaksi Hydrogen dan Oksigen yang gas, bikin zat cair namanya Air... Reaksi Besi dengan oksigen, menghasilkan suatu senyawa baru yang warnanya merah dan rapuh, kita sebut KARAT... Pembelahan atom yang kecil seiprit itu, bisa bikin 2 kota besar di dunia hancur lebur... bisa bikin satu daerah seluas 20 km persegi di Ukraina gak bisa ditempatin...

Koq bisa gitu? ya karena ada proton netron dan elektron tadi... ini
membuktikan bahwa atom itu ada... dan isinya adalah proton, netron dan elektron... Bentuk atom gimana? warnanya apa? meneketehe... kalo diliat di buku fisika SMA kan warnanya merah, hijau... apa bener warnanya gitu? Nggak lah... warna kan cahaya... loncatan energi pas elektron pindah jalur... atom itu udah diluar nalar fisika klasik... jangan pikirin bentuknya gimana... warnanya apa... gak masuk pikiran tuh... hehehe....

Kita gak bisa liat wujud aslinya... kita cuma tahu atom itu ada karena AKIBAT-AKIBAT yang dihasilkannya...

Hayooo... konsepnya mirip apa hayoooo....
;) ;)

Semakin belajar ini... maka konsep TUHAN itu akan semakin LOGIS...

PostPosted: 2008 12 11, 8:22
by metheny
Hehehe...kalau ingat atom jadi inget waktu SMA dulu. Karena fisika itu ilmu material, maka yg ndak keliatan itu harus dibikin model supaya bisa keliatan. Makanya muncul model atom kismis....dst.

PostPosted: 2008 12 11, 8:52
by Gunji Otaku
Hehe.
tapi model atom sendiri kan bukan gambaran sebenarnya.
Plus dengan berkembangnya ilmu manusia model atom juga berubah terus. Dan diakui, model yang terbaru saja jauh sama aslinya. memang kecenderungan manusia kan pengen memodelkan yang "tidak kelihatan". Jadi biar mudah dicerna sama anak sma... mana mau mereka nerima kalau gak ada bentuknya.

Hayoo... Apa yang sama-sama tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan akibatnya. Dan banyak orang gak bisa nerima kalau gak ada bentuknya?

Ini adalah pelajaran Allah melalui ciptaanNya yang paling kecil... CiptaanNya aja dah bikin heboh gini, apalagi Sang Pencipta.

PostPosted: 2008 12 11, 11:48
by exjurig
Hehe.
tapi model atom sendiri kan bukan gambaran sebenarnya.
Plus dengan berkembangnya ilmu manusia model atom juga berubah terus. Dan diakui, model yang terbaru saja jauh sama aslinya. memang kecenderungan manusia kan pengen memodelkan yang "tidak kelihatan". Jadi biar mudah dicerna sama anak sma... mana mau mereka nerima kalau gak ada bentuknya.

Hayoo... Apa yang sama-sama tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan akibatnya. Dan banyak orang gak bisa nerima kalau gak ada bentuknya?

Ini adalah pelajaran Allah melalui ciptaanNya yang paling kecil... CiptaanNya aja dah bikin heboh gini, apalagi Sang Pencipta.


Hmm...ga pernah kepikiran kesana sebelumnya, thx atas pencerahannya.

PostPosted: 2008 12 13, 6:34
by jelio
Subhanallah...bagus sekali artikelnya...
Makin banyak dipelajari dan dipahami, makin banyak manfaatnya...

Re: Kenapa besi?

PostPosted: 2009 09 27, 1:51
by luv_nice
Lagi2 muslim menduga bahwa quran memberitakan sesuatu yg kala itu masih merupakan rahasia dan baru terungkap di jaman modern.
Asal sampeyan2 tahu saja, besi dr langit (meteor) sdh sngat lama dikenal manusia. Jauh sebelum muhammad dg qurannya.
Silakan cek di Wiki:
Perak, tembaga, timah dan besi meteor juga dapat ditemukan bebas, dan memungkinkan pengerjaan logam dalam jumlah terbatas. Senjata Mesir yang dibuat dari besi meteor pada sekitar 3000 SM sangat dihargai sebagai "belati dari langit"[2]. Dengan pengetahuan untuk mendapatkan tembaga dan timah dengan memanaskan bebatuan, serta mengkombinasikan tembaga dan timah untuk mendapatkan logam paduan yang dinamakan sebagai perunggu, teknologi metalurgi dimulai sekitar tahun 3500 SM pada masa Zaman Perunggu.



Yang ini sih otak atik gatuk saja:
Ketika para ilmuwan, dengan dipelopori Dmitri Ivanovich Mendeleyef, menyusun unsur-unsur kimia dalam sistem periodik, besi terletak di baris tengah (periode keempat dari tujuh periode). Dalam jajaran unsur-unsur transisi periode keempat pun, ternyata besi terletak di tengah-tengah.

Kenapa tidak dihitung posisinya terhadap seluruh logam transisi. Di pinggir tuh besi.

Kemudian, jika kita menghitung kata “Allah” dari awal Surat Al-Hadid sampai ayat 25 (yang mengandung kata hadid), ternyata kata “Allah” muncul 26 kali, sesuai dengan nomor atom besi (jumlah proton dalam inti atom besi). Subhanallah!

Kenapa yg dihitung bukan kata besi-nya?

Re: Kenapa besi?

PostPosted: 2009 09 27, 1:56
by firmansyah
si luv sewot.... soalnya PB ato PL nggak ada yg ilmiah satupun

Re: Kenapa besi?

PostPosted: 2009 09 27, 2:05
by luv_nice
firmansyah wrote:si luv sewot....

Ah..saya pikir sampeyan masuk bawa argumen.
Ternyata sampeyan yg sewot...

soalnya PB ato PL nggak ada yg ilmiah satupun

Ini yg kami yakini ttg firman Tuhan:
II Timotius
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Bukan untuk berkenes-kenes sok ilmiah, sedangkan nyatanya cuma membawa berita basi atau bahkan keliru.

Re: Kenapa besi?

PostPosted: 2009 09 27, 2:09
by firmansyah
ahh... pengakuan yg tulus dari si luv mengenai kenyataan di PB ato PL edisi terbaru...

Re: Kenapa besi?

PostPosted: 2009 09 27, 2:23
by luv_nice
firmansyah wrote:ahh... pengakuan yg tulus dari si luv mengenai kenyataan di PB ato PL edisi terbaru...

Betul ini pengakuan saya ttg Bible:

Ini yg kami yakini ttg firman Tuhan:
II Timotius
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik


Sedangkan berikut ini sindiran saya untuk quran, krn itu saya awali dgn kata bukan supaya sampeyan bisa bedakan dgn Bible.
Bukan untuk berkenes-kenes sok ilmiah, sedangkan nyatanya cuma membawa berita basi atau bahkan keliru.


Dengan cara ungkap yg lain, biar sampeyan tidak bingung:
Bible adalah bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Sedangkan quran berkenes-kenes sok ilmiah, sedangkan nyatanya cuma membawa berita basi atau bahkan keliru.

Re: Kenapa besi?

PostPosted: 2009 09 27, 2:45
by firmansyah
Mana yang basi dan keliru ?

Kebetulan hanya terjadi 1 ato 2 saja..

Bagaimana mungkin kita bisa menutup mata dengan begitu banyak "kebetulan" dalam Alqur'an... kecuali hatinya benar2 telah terkunci.