Sejarah Awal Bursa Transfer Liga Inggris

Dalam sejarah bursa transfer pemain sepak bola dimulai lebih seabad silam, terutama Liga Inggris memulainya di era 1885 bursa transfer. Dimana badan sepak bola Liga Inggris Federasi Assosiasi, menetapkan pendaftaran para pemain klub yang kala itu hanya terdapat 10 klub.

Sejarah Rekor Transfer Pemain Pertama Kali

Pada awalnya para pemain bebas untuk memilih membela klub yang disukainya, banyak adanya beberapa kendala mendasari perpindahan pemain antar klub. Kendala dari faktor sejarah dan keluarga, dan tidak adanya loyalitas sejati kecuali adanya gaji yang sangat tinggi dan pendapatan pribadi.

Pada era 1893 pemain Willie Grove asal Slotlandia, pemain bola yang pertama kali sekaligus nilai transfer tertinggi sebesar 100 poundsterling. Kala itu Grove pemain West Bromwich pindah ke Aston Villa, harga transfer 100 pound nilai paling tinggi di masa itu.

Namun rekor tersebut tidak berlangsung lama, pada era 1905 Sunderland memecahkan rekor transfer dengan membeli pemain penyerang Inggris Alf Common. Saat itu Sunderland merogoh kocek sebanyak 1000 pounds membeli pemain dari Middlesbourgh, pada era itu pembelian 4 digit yang pertama.

Harga dengan 4 digit yang pertama kali, telah membuat sensasi nasional ditanah Inggris dan kemarahan diantara otoritas dunia sepak bola. Di era 1922 klub Falkirk memboyong Sydney Charles Padefoot seharga 5000 pounds dari West Ham United, angka 5 pertama kali.

Lalu era 1928 Liga Inggris dikejutkan pemecahan rekor transfer, yakni pemain Bolton Wanderes David Jack ke Arsenal senilai 10.890 pound. Arsenal mencatatkan nilai 10.000 pertama kali kala itu, hingga Liga Inggris terhenti pada era 1939 perang dunia ke dua terpecah.

Sejarah Konsep Awal Mula Bursa Transfer

Konsep transfer pemain sepak bola pertama kali, muncul di tanah Inggris pasca Federasi Assosiasi atau FA memperkenalkan daftar nama pemain. Kala itu di era 1885, belum adanya pemain yang menyetujui tampil dalam 1 laga atau lebih untuk sebuah klub manapun.

READ  Sejarah Transfer Liga Inggris Sistem Retrain And Transfer Hingga Istilah Jendela Transfer

Setelah FA mengakui profesionalisme pemain pada era yang sama, Federasi tersebut ingin mengendalikan pemain profesional dengan sistem pendaftaran nama pemain. Dimana pemain harus mendaftarkan diri bersama klubnya di setiap musim, untuk memastikan pemain masih di klub yang sama di musim sebelumnya.

Seorang pemain akan dilarang tampil dalam sebuah laga bersama klub, sebelum pemain tersebut belum mendaftarkan diri pada saat musim itu. Sesudah pemain yang terdaftar di klub yang dibelanya, pemain tersebut tidak diizinkan tampil bersama klub lain pada musim yang sama.

Pemain itu tak bisa bermain di klub yang berbeda, tanpa seizin klub atau FA yang memegang list daftar nama tersebut. Namun pemain bebas memilih untuk bergabung dengan klub lain sebelum awal musim, atau klub yang masih ingin mempertahankan pemain itu.

Sejarah Football League Perkenalkan Sistem Retain And Transfer

Pada era 1888, pasca terbentuknya Football League serta memperkenalkan sistem retain-and-transfer untuk membatasi klub memikat pemain dari klub yang lain. Hal itu untuk mencegah klub tidak kehilangan pemainnya dan mencegah Liga lain yang didominasi hanya beberapa orang atau klub kaya.

Sejak musim era 1893 sampai 1894 dan seterusnya, dimana seorang pemain harus mendaftarkan dirinya di klub serta badan assosiasi sepak bola. Bila pemain tersebut sudah terdaftar di klub, pemain itu tidak boleh terdaftar di klub lain hingga musim-musim berikutnya tanpa seizin klub.

Semua itu berlaku jika kontrak tahunan pemain bersama klub yang mempunyai daftar regitrasi pemain, bila tidak diperpanjang maka berakhirlah kontrak. Bila kontrak tersebut telah berakhir, maka klub tidak boleh memainkannya tanpa kontrak baru dan pemain tidak dapat berhak mendapatkan gaji.

READ  Sejarah Transfer Liga Inggris Sistem Retrain And Transfer Hingga Istilah Jendela Transfer

Namun jika sebuah klub menolak untuk merilis pendaftaran pemain, maka pemain itu tidak dapat tampil di klub Liga yang lainnya. Dimana klub di Liga Sepak Bola bisa menuntut dan mendapatkan biaya transfer dari klub Liga lainnya, sebagai bahan untuk pertimbangan.

Bahan persyaratan yang diberlakukan klub serta mendapatkan biaya transfer, sebagai bahan pertimbangan untuk menyetujui melepaskan atau mentransfer pendaftaran pemain klub. Bila bahan-bahan persyaratan tidak terpenuhi atau tidak ada kesepakatan, maka klub berhak menolak dan memperpanjang pemain yang diincar klub lain.

Dalam sejarah transfer era 1912, Charles Sutcliffe membantu legalitas sistem retain-and-transfer pasca Sutcliffe mewakili klubnya Aston Villa memenangkan kasus Kingaby. Kala itu mantan pemain Aston Villa Herbet Kingaby telah menuntut secara hukum ke klubnya, dimana klub tersebut menahannya untuk bermain.

Namun disebabkan salah strategi yang dilalui oleh penasehat Kingaby, yang mengakibatkan tuntutan gugatan tersebut dibubarkan oleh pengadilan tinggi di Inggris. Dari aspek tetap dihapus pasca keputusan pengadilan tinggi, pada era 1963 pada kasus Eastham melawan Newcastle United di luar nalar.

Sejarah 1995 Era Bossman Berkuasa

Sistem sejarah transfer tidak berubah sampai era Bossman berkuasa, istilah ini diambil dari nama mantan pemain asal Belgia Jean-Marc Bossman. Kala itu era 1990, pemain asal Belgia Bossman didaftarkan oleh pemenang kejuaraan Piala Belgia RFC Liege yang kontraknya telah habis.

Saat itu Bossman ingin pindah ke klub Liga Prancis Dunkerque, namun klub tersebut menolak membayar 500 ribu pounds biaya transfer. Bossman ditinggalkan tim dan pemotongan 75% gaji disebabkan ia tidak bermain, setelah pertempuran hukum yang panjang era 1995 Bossman menang.

READ  Sejarah Transfer Liga Inggris Sistem Retrain And Transfer Hingga Istilah Jendela Transfer

Tepatnya tanggal 15 Desember 1995, Bossman telah memenangkan kasusnya ketika saat pengadilan tinggi eropa memutuskan tentang kebebasan pemain kontraknya habis. Dimana para pemain bebas bergerak secara legal pasca kontraknya telah berakhir di klub, klub manapun bisa merekrut tanpa biaya transfer.

Istilah transfer Bossman juga terjadi di Liga Inggris, seperti era 1999 saat itu Steve McManaman dari Liverpool ke Real Madrid. Serta Sol Chambell dari Tottenham Hotspur ke Arsenal, yang bisa dikatakan transfer Bossman yang paling kontroversial sepanjang sejarah Liga Inggris.

Sejarah Dampak Buruk Dari Transfer Bossman

Efek buruk dari kasus transfer dikenal istilah transfer Bossman, adanya peraturan pembatasan pemain asing yang menyebar di klub-klub Liga Eropa. Dimana sebelum keputusan dibuat, bahwa klub-klub di seluruh Eropa akan dibatasi jumlah pemain asing yang bisa direkrut oleh sebuah klub.

Di setiap klub Eropa hanya boleh 3 pemain asing maksimal di kompetisi Liga Eropa, hal itu membuat para klub kecewa. Hanya Chelsea yang bisa melakukannya, dan menjadi klub pertama kali yang merekrut 11 pemain asing yang tampil di Liga Inggris.

Namun hanya Aston Villa yang murni dari pemain dari Inggris, 10 bulan sebelum Chelsea menjadi klub pemain asing pertama kali. Pada era 2007, persentase banyak pemain asing yang terdaftar di klub-klub eropa pada kompetisi Liga masing-masing adalah Liga Inggris 57% pemain asing, Liga Jerman 57%, Liga Spanyol 39%, Liga Prancis 39%, Liga Italia 30%

Dari persentasi tersebut, Liga Inggris adalah yang tertinggi memiliki pemain asing yang terdaftar di klub terutama Chelsea dengan 11 pemain asing. Sehingga pada sekitar era 2000, tercatat dalam sejarah transfer pemain sepak bola dengan istilah Jendela Transfer atau disebut Transfer Window.